Inovasi

Tingkatkan Kemampuan Layanan Precision Medicine, Prodia Hadirkan Alat Spektrometri Massa Canggih Beresolusi Tinggi dengan Multi-Biomarker

28 June 2024

Alat LC-QTOF ini merupakan salah satu alat mass spectrometry beresolusi tinggi yang dapat memfasilitasi pemeriksaan sampel pasien yang lebih efisien.

Jakarta, 28 Juni 2024 - PT Prodia Widyahusada, Tbk. (kode saham: PRDA), emiten industri laboratorium kesehatan, hadirkan alat canggih Liquid Chromatography-Quadrople Time Of Flight (LC-QTOF) sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan layanan berbasis precision medicine kepada pelanggan. Dengan landasan kokoh dalam mengembangkan layanan precision medicine, Perseroan berfokus pada diagnostik di level molekuler yang canggih antara lain, next generation sequencing, microarray, mass spectrometry, dan flowcytometry yang merupakan teknologi fundamental dalam precision medicine. Alat LC-QTOF ini merupakan salah satu alat mass spectrometry beresolusi tinggi yang dapat memfasilitasi pemeriksaan sampel pasien yang lebih efisien karena hanya memerlukan jumlah sampel yang sedikit untuk memperoleh hasil yang komprehesif. Selain alat LC-QTOF, Prodia juga menghadirkan alat Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) generasi terbaru untuk menunjang layanan diagnostik kesehatan dan peremajaan instrumen.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyampaikan inovasi yang senantiasa dihadirkan oleh Prodia adalah untuk menunjang layanan diagnostik yang bermutu tinggi kepada pelanggan. Lebih lanjut Dewi berharap bahwa dengan adanya dua alat baru ini, dapat semakin meningkatkan citra Prodia sebagai Center of Excellence layanan diagnostik kesehatan di Indonesia, khususnya di bidang Mass Spectrometry.

Alat LC-QTOF ini digunakan untuk memetakan metabolit dengan risiko penyakit secara komprehensif, dapat memantau perubahan gaya hidup dan pola makan yang dapat tergambar dari profil metabolit yang terukur, serta merupakan salah satu bagian dari precision medicine yang dibangun melalui pendekatan metabolomic untuk melengkapi genomic. Hingga saat ini Prodia telah menyediakan 92 jenis biomarker berbasis mass spectrometry. Dengan tersedianya alat baru LC-QTOF, maka berbagai pemeriksaan baru berbasis metabolomic akan semakin berkembang dan bertambah, tren pemeriksaan dengan multi-biomarker semakin maju dengan ditunjang oleh bioinformatika. Kehadiran alat LC-QTOF dan ICPMS ini diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat bagi pelanggan, diantaranya pelanggan akan mendapatkan informasi profil metabolit yang dapat memprediksi penyakit di masa mendatang, dan dalam beberapa kasus, hal ini dapat membantu dalam diagnosis penyakit secara lebih cepat dan akurat.

Dalam kesempatan yang sama, VP Diagnostics Operation Prodia, Lies Gantini, mengatakan sebagai pionir laboratorium klinik terbesar di Indonesia, Prodia menjadi satu-satunya laboratorium klinik yang mengusung teknologi Mass Spectrometry sejak 13 tahun terakhir. “Penambahan alat laboratorium baru ini akan semakin mengukuhkan posisi Prodia untuk selalu menjadi yang terdepan dalam inovasi, terlebih dengan adanya alat LC-QTOF. Hal ini tentu akan menjadikan Prodia sebagai Lab Klinik yang terdepan sekaligus pionir di Indonesia, yang memiliki platform mass spectrometry terlengkap untuk menunjang precision medicine.” ungkapnya.

Selain LC-QTOF, Prodia juga baru saja menambah alat Inductive Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICPMS) untuk peremajaan instrumen dan mempercepat layanan serta meningkatkan inovasi tes baru berbasis ionomics, yaitu pengukuran trace element dalam darah dan urin dan kaitannya dengan berbagai penyakit. Dengan penambahan kedua alat baru diatas, Prodia akan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan layanan diagnostik kesehatan yang komprehensif dan berkualitas.

*****

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 31 Maret 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 298 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre dan Prodia Senior Health Centre.

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsup 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia Reskia Dwi Lestari
Corporate Secretary Marketing Communication Manager
PT Prodia Widyahusada Tbk. PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.:+62-21-3144182 ext. 3816 Ph.:+62-21-3144182 ext. 3762
Email:corporate.secretary@prodia.co.id Email:reskia.dwi@prodia.co.id