Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
22 April 2025 document
2025 - Paparan Publik
-
27 Maret 2025 promo
Promo World Health Day: Harga Spesial Pemeriksaan Kesehatan di Prodia
Harga spesial pemeriksaan dengan menunjukkan hasil normal HbA1c atau Vitamin D 25-OH.
-
24 Maret 2025 document
2024 - Laporan Keberlanjutan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
24 Maret 2025 document
2024 - Laporan Tahunan PT Prodia Widyahusada Tbk
-
14 Maret 2025 artikel
Net Income Tumbuh 4%, Prodia Semangat Genjot Kinerja Dengan Strategi Unggulan 2025
JAKARTA, 14 Maret 2025 -- PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih (net income) sebesar Rp270 miliar di tahun 2024. Hal ini menunjukkan pertumbuhan 4% Year on Year. Pencapaian ini menunjukkan resiliensi Perseroan sebagai pemegang market share laboratorium diagnostik terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari segmen pelanggan B2C, dengan kontribusi pendapatan sebesar 58% dari total pendapatan. Selain itu, Perseroan mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari permintaan tes rutin sebesar Rp1,57 triliun yang turut menyumbang 69% total pendapatan Perseroan. Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp2.252 miliar, naik sebesar 1,3% secara year-on-year tahun 2023. Adapun posisi kas dan setara kas Perseroan masih tetap positif di level Rp442 miliar, sehingga Perseroan masih mampu menunjukkan kesehatan keuangan yang kuat dalam mendukung operasional bisnis.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan sejumlah strategi bisnis unggulan sudah dipersiapkan dan akan diimplementasikan secara bertahap untuk menggenjot pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun 2025. “Perseroan akan mengoptimalkan perolehan dari jumlah tes-tes yang bersifat esoterik, pada tahun 2025 kami tingkatkan target menjadi 14 tes baru setiap tahunnya, utilisasi layanan klinik, memperbanyak POCs (Point of Collection), memperbanyak kerjasama dengan rumah sakit, asuransi, serta mengoptimalkan jejaring layanan pelanggan baik untuk B2C dan B2B secara intensif. Untuk menguatkan posisi sebagai market leader di industri laboratorium diagnostik di Indonesia, Perseroan berupaya meningkatkan jangkauan layanan sebagai pusat rujukan di Asia Tenggara (SEA Referral Laboratory)” ungkap Dewi.Selain strategi utama tersebut, kinerja positif Perseroan juga didukung dari kontribusi positif dari PT Prodia Diagnostic Line (Proline), yang sahamnya telah diakuisisi Perseroan pada Juni tahun lalu. Kontribusi Proline diharapkan semakin memperkuat kinerja Perseroan, terutama dalam menjawab kebutuhan alat kesehatan di Indonesia seiring dengan berbagai program pemerintah terhadap alat kesehatan berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada tahun 2025.Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan kinerja keuangan Perseroan saat ini dalam posisi yang baik, “Kami bersyukur bahwa Prodia berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif, dengan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan komitmen kami dalam mengelola operasional secara efisien dan mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus fokus pada strategi bisnis yang telah disiapkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini. Dengan pendekatan yang disiplin dan adaptif, kami optimis dapat menjaga keuangan perusahaan yang sehat dalam jangka panjang” papar Liana.Hingga akhir 2024, Prodia terus memperluas jangkauan layanan dengan total 354 outlet yang tersebar di 80 kota di 34 provinsi Indonesia. Selain ekspansi jaringan, Perseroan terus mengalokasikan belanja modal (capex) untuk mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk ekspansi outlet, rehabilitasi dan renovasi bangunan, keperluan relokasi, serta pengembangan operasional IT pada operasional Perseroan. Prodia dalam memperkuat perannya sebagai Center of Excellence laboratorium diagnostik, terus melakukan berbagai edukasi kesehatan, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan badan riset, serta distribusi informasi melalui kanal digital. Selain itu, ekspansi digital terus didorong melalui pengembangan aplikasi U by Prodia, yang menyediakan fitur pemesanan pemeriksaan laboratorium, Health Plan, dan Chronic Disease Management, guna memberikan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
12 Maret 2025 artikel
Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals: Good Health & Well-Being, Prodia Gelar Skrining Demensia Gratis untuk 20.000 Warga Berusia Lanjut di Seluruh Indonesia
Jakarta, 10 Maret 2025 – Dalam upaya mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berusia lanjut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) meluncurkan program skrining demensia gratis bagi 20.000 warga berusia lanjut di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi salah satu pilar keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance) Prodia, Providing Healthcare Services for All yang bertujuan memberikan layanan kesehatan yang menitikberatkan pada aspek sosial dalam meningkatkan akses kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya kelompok masyarakat berusia lanjut. Program skrining demensia gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan risiko demensia. Program ini berlangsung pada 24 Februari hingga 31 Desember 2025 di 95 cabang Prodia yang telah memiliki izin klinik di seluruh Indonesia.Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif (daya ingat, kemampuan berfikir logis, pemahaman bahasa) dan mampu mengubah aktivitas hidup seseorang secara signifkan. Di tingkat global sendiri, setiap tahunnya kasus Demensia bertambah sebanyak 10 juta kasus. Prevalensi pengidap demensia pada tahun 2023 mencapai lebih dari 55 juta pengidap di seluruh dunia, dengan total 60% pengidapnya hidup di negara berpenghasilan rendah-menengah, dan demografi kasusnya lebih banyak dialami oleh perempuan. Di Indonesia sendiri, prevalensi demensia pada tahun 2017 mencapai sekitar 1,2 juta. Angka ini diproyeksikan dapat meningkat lebih dari 300% menjadi 4 juta orang pada tahun 2050. Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen ESG perusahaan. “Sebagai pemain di industri layanan kesehatan, Prodia tidak hanya fokus pada inovasi medis tetapi juga bertanggung jawab dalam menciptakan dampak sosial yang positif. Program ini adalah bagian dari inisiatif ESG kami untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat usia lanjut melalui deteksi dini penyakit neurodegeneratif seperti demensia,” ungkapnya.Lebih lanjut, Indriyanti menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah esensial dalam menangani demensia. “Skrining dini memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan tepat, sehingga dapat meningkatkan harapan hidup serta kualitas hidup para masyarakat berusia lanjut,” tambahnya.Program Skrining Demensia ini terbuka bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas dan dapat dilakukan di 95 cabang Prodia yang berizin klinik. Pada tahap awal, peserta akan diberikan Kuesioner AD-8 INA untuk melakukan penilaian awal apakah terdapat kecurigaan gangguan kognisi. Jika hasil AD-8 INA menunjukkan hasil lebih dari sama dengan 2 (≥2), maka akan dilanjutkan dengan skrining lanjutan MOCA-INA oleh dokter Prodia. Jika hasil (skor MOCA-INA ≤25 – kurang dari sama dengan 25), maka telah terjadi penurunan fungsi kognitif. Peserta akan diarahkan dokter Prodia untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkonsultasi dengan Dokter Internis Geriatri /Dokter spesialis syaraf di Prodia Senior Health Center Jakarta, Surabaya, Makassar.AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan edukasi kesehatan terkait kemampuan berpikir dan penurunan daya ingat sejak dini. “Pada tahun 2024, kami berhasil menyaring lebih dari 10.598 peserta, melampaui target awal 10.000 peserta. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, kami meningkatkan target menjadi 20.000 peserta di tahun ini. Dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti program ini, kami berharap masyarakat juga dapat semakin aware dan teredukasi terhadap keberadaan demensia serta risiko gejalanya yang mungkin timbul.” jelasnya.Sebagai bagian dari strategi ESG, Prodia juga aktif dalam berbagai program keberlanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses kesehatan bagi masyarakat luas, termasuk layanan kesehatan berbasis personalized medicine di Prodia Senior Health Center. Dengan semakin luasnya cakupan program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan otak dan mengambil langkah preventif untuk mencegah demensia.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
12 Maret 2025 artikel
Pentingnya Layanan Contact Centre dalam Era Digital: Meningkatkan Akses dan Kepuasan Pelanggan Prodia
Di era digital yang serba cepat ini, kebutuhan akan layanan yang efisien dan mudah diakses semakin meningkat. Salah satu inovasi penting yang memungkinkan perusahaan untuk tetap terhubung dengan pelanggan adalah layanan Contact Centre. Bagi Prodia, Contact Centre tidak hanya berfungsi sebagai saluran komunikasi, tetapi juga sebagai pusat solusi bagi pelanggan yang membutuhkan informasi atau bantuan. Di bawah ini, kita akan bahas lebih lanjut mengenai peran penting dari layanan Contact Centre Prodia di era digital.Memahami Peran Contact Centre Prodia dalam Era DigitalPada masa lalu, banyak pelanggan yang harus mengunjungi cabang atau menghubungi layanan melalui telepon untuk mendapatkan informasi seputar layanan kesehatan, seperti jadwal pemeriksaan atau informasi lainnya. Namun, dengan kemajuan teknologi, Prodia kini memperkenalkan Contact Centre Digital yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses informasi secara lebih mudah dan efisien.Contact Centre Prodia kini hadir melalui berbagai saluran digital, termasuk WhatsApp, email, media sosial, dan aplikasi khusus. Melalui pendekatan ini, pelanggan dapat dengan mudah menghubungi Prodia kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu menunggu antrean panjang atau repot datang ke lokasi fisik.Cara Menghubungi Contact Centre ProdiaKini, pelanggan tidak hanya dapat menghubungi Contact Centre Prodia melalui nomor telepon saja, tetapi juga melalui berbagai platform digital yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebiasaan komunikasi sehari-hari, seperti:Telepon: 1500 830WhatsApp: 0855 1500 830Email: info@prodia.co.idMedia Sosial: Instagram: @prodia_lab,X: @prodia_labFacebook Messenger: @prodia.idDengan hadirnya layanan digital ini, pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, mulai dari jadwal pemeriksaan, status hasil lab, hingga informasi promo terbaru, tanpa perlu repot datang ke cabang atau menunggu lama di antrean telepon.Keuntungan Layanan Contact Centre Digital ProdiaAkses Instan dan Mudah: Dengan berbagai saluran komunikasi digital, pelanggan dapat menghubungi Prodia hanya dengan beberapa klik di ponsel atau komputer mereka. Layanan melalui WhatsApp, media sosial, dan email memberi kenyamanan lebih, karena pelanggan dapat berinteraksi melalui platform yang sudah mereka gunakan sehari-hari.Kenyamanan Tanpa Batasan Waktu dan Tempat: Salah satu keunggulan besar dari Contact Centre Prodia adalah jam operasional yang fleksibel. Layanan ini tersedia 24/7, artinya pelanggan dapat menghubungi Prodia kapan pun mereka membutuhkan informasi atau bantuan. Tidak perlu khawatir tentang waktu atau jarak, semua dapat diakses dengan mudah.Penyelesaian Masalah Lebih Cepat: Dengan sistem yang terintegrasi secara digital, pertanyaan atau masalah yang diajukan oleh pelanggan dapat segera ditangani. Respon yang cepat dan tepat adalah hal yang sangat penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Prodia memastikan bahwa setiap pertanyaan atau keluhan ditangani dengan profesional dan efisien.Personalisasi Layanan: Digitalisasi juga memungkinkan Prodia untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih personal. Misalnya, pelanggan yang menghubungi Prodia melalui WhatsApp dapat mendapatkan jawaban langsung terkait status pemeriksaan mereka, atau bahkan mendapatkan rekomendasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan mereka.Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dengan Layanan yang EfisienLayanan Contact Centre Prodia bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga tentang meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Pelanggan yang mendapatkan bantuan dengan cepat, mudah, dan tepat waktu cenderung lebih puas dengan layanan yang diterima.Dengan fitur-fitur digital yang memudahkan komunikasi, pelanggan tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga mendapatkan solusi yang mereka butuhkan dalam waktu yang singkat. Hal ini tentu meningkatkan loyalitas pelanggan dan menciptakan hubungan yang lebih kuat antara Prodia dan masyarakat.Hubungi Contact Centre Prodia sekarang dan nikmati kemudahan layanan digital kami!Sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan layanan terbaik, kami dengan bangga menerima penghargaan CCSE Award 2025 (Contact Centre Service Excellence).Penghargaan ini menjadi bukti dedikasi kami dalam menjaga standar layanan unggul dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang optimal. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan demi kepuasan pelanggan yang lebih baik. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Anda!
-
10 Maret 2025 jurnal
Panel Identifikasi Kultur Darah (PCR)
-
25 Februari 2025 promo
Are Your Kidney OK? (World Kidney Day 2025)
Deteksi dini, lindungi kesehatan ginjal! Manfaatkan harga spesial pemeriksaan ginjal.
-
24 Februari 2025 artikel
Berkontribusi dalam Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia gelar Seminar Dokter Nasional
Jakarta, 22 Februari 2024 – Dalam upaya mendukung pengelolaan penyakit kronis yang dicanangkan oleh Pemerintah, Prodia sebagai penyedia layanan laboratorium klinik terkemuka di Indonesia menggelar Roadshow Seminar Dokter Nasional 2025 di 11 kota besar di Indonesia. Mengusung tema "Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease", seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkini kepada para klinisi mengenai manajemen penyakit kronis, seperti obesitas, gangguan ginjal, gangguan jantung, hipertensi serta diabetes melitus.Data menunjukkan bahwa prevalensi Hipertensi diperkirakan meningkat hingga 29% dari populasi dewasa global pada tahun 2025. Hipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama yang berkontribusi pada kerusakan organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta), dan pembuluh darah perifer.Sementara itu, Diabetes Mellitus juga menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Prevalensi Diabetes di tahun 2024 diperkirakan Indonesia memiliki lebih dari 20 juta penderita Diabetes Mellitus yang menjadikan Indonesia termasuk dalam lima besar dunia dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia. Penyakit ini sering kali dikaitkan dengan Hipertensi, yang meningkatkan risiko stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal.“Penyakit kronis merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan saat ini. Oleh karena itu, kami di Prodia berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dokter dan para tenaga medis mengenai pentingnya skrining, deteksi dini, pengelolaan, dan pemantauan penyakit kronis secara holistik,” ujar Matthew Justyn, Routine Product Manager Prodia.Berdasarkan data WHO, lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung. Faktor gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi penyakit jantung di Indonesia. Oleh sebab itu, edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat menjadi aspek krusial dalam pencegahan dan penanganan penyakit ini.Melalui seminar nasional ini, Prodia menghadirkan berbagai pakar di bidang kesehatan untuk membahas perkembangan terkini dalam manajemen penyakit kronis. Seminar ini juga menjadi wadah diskusi bagi para dokter dalam menghadapi tantangan di lapangan serta memberikan wawasan baru mengenai inovasi dalam pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini, penanganan, serta pemantauan penyakit kronis secara personal dan holistik.Kota Jakarta menjadi tuan rumah pertama dari seminar nasional dengan menghadirkan dr. Johanes Purwoto, SpPD-KEMD, FINASIM sebagai moderator, serta Prof. Sidartawan Soegondo,MD, PhD, DTM&H, FINASIM, FACE dan dr. Ida Gunawan, Ms, Sp. G.K, Subsp. K. M., FINEM sebagai pemateri. Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung efektivitas pengelolaan penyakit kronis di Indonesia.*****Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.idReskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk Ph. +62-21-3144182 ext 3762Email reskia.dwi@prodia.co.id
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.