Hasil Pencarian

Hasil pencarian dari ""


  • 28 April 2025 artikel

    Konsisten Pertahankan Pendapatan di Atas Rp 2 Triliun, Prodia Kembali Tebar Dividen 60%

    JAKARTA, 28 April 2025 - PT Prodia Widyahusada (Kode saham: PRDA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,25 Triliun di tahun 2024, naik sekitar 1,34% Year on Year. Atas pencapaian ini, Prodia akan melanjutkan riwayat rasio pembagian dividen yang sama dengan periode sebelumnya, yaitu sebesar Rp162 miliar atau 60% dari laba bersih Perseroan. Pembagian dividen ini setara dengan nilai Rp172,92 per lembar sahamnya. Konsistensi rasio pembagian dividen ini merupakan komitmen manajemen serta apresiasi Perseroan atas kepercayaan para pemangku kepentingan yang telah diberikan terhadap kinerja Perseroan dalam satu tahun terakhir.Direktur Business & Marketing PT Prodia Widyahusada, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, “Prodia berhasil mempertahankan kinerja positifnya dan membukukan profit di tahun 2024. Pencapaian ini berkat keseriusan Prodia yang senantiasa memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan laboratorium kesehatan terbesar dan terdepan di Indonesia. Dengan komitmen kuat terhadap Sustainability for Healthy Community, Prodia menegaskan perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui layanan yang inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan. Didukung oleh ekspansi berkelanjutan melalui pembukaan puluhan outlet baru, sehingga total outlet mencapai 354 pada akhir tahun 2024. Selain itu, Prodia juga mencatatkan pendapatan per kunjungan meningkat sebesar 3,4%, dengan total penerimaan tes mencapai 20,06 juta tes” Ungkap Indriyanti saat pelaksanaan Paparan Publik 2024 Prodia.Prodia membuktikan komitmen inovasinya dengan meluncurkan 36 tes terbaru di tahun 2024, sebagai solusi kebutuhan diagnostik pelanggan yang advanced. Prodia berkolaborasi dengan rumah sakit hadirkan 4 (empat) genomic sites yang berada di Jakarta, Semarang, Samarinda, dan Surabaya, untuk memudahkan pelanggan dalam memperoleh layanan tes genomik Prodia. Sebagai langkah memperkuat rantai pasokan alat kesehatan diagnostik in vitro sekaligus investasi untuk memperkuat posisinya di pasar laboratorium diagnostik, Prodia mengakuisisi 39% saham PT Prodia Diagnostic Line (Proline) yang telah memiliki standar mutu produksi alkes dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%. Prodia juga telah menjalin kemitraan riset dan pendidikan dengan 52 institusi dan lembaga, mencerminkan komitmen aktif perusahaan dalam mendukung pengembangan ilmu kedokteran serta penerapan precision medicine di Indonesia.Indriyanti menambahkan, “Dengan memperkuat model bisnis berbasis kebutuhan pelanggan dan akselerasi digitalisasi, Prodia terus menghadirkan layanan diagnostik yang lebih holistik dan personal. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis yang memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.”Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan di tahun kinerja 2025, Prodia akan mengimplementasikan strategi bisnis guna memperoleh hasil low-single digit, seperti meningkatkan jumlah tes esoterik bagi pelanggan, meningkatkan jumlah outlet yang berstatus POC, mengoptimalkan segmentasi layanan klinik, mendorong penguatan kerjasama dengan BPJS Kesehatan, memperkuat kerjasama dengan sejumlah rumah sakit & pendirian genomic sites, menambah dan mengembangkan fitur-fitur layanan kesehatan digital baru dalam aplikasi U by Prodia dan Prodia Mobile for Doctor, memperluas jejaring rujukan layanan diagnostik kesehatan Prodia di Kawasan Asia Tenggara (SEA Referral), konsisten untuk terus melakukan edukasi kesehatan kepada pelanggan dan masyarakat, serta mempromosikan implementasi bisnis Prodia yang berlandaskan pada nilai-nilai dan aspek ESG.***** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Wijaya, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.   Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 31 Desember 2023, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 295 outlet, di 79 kota, 89 kabupaten, dan 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500 830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 0855 1500 830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaAVP Legal & Corporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Mella MeliaInvestor Relation ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21 3144182 ext 3775

  • 24 April 2025 artikel

    Kolaborasi Prodia dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro untuk Memperkuat Inovasi Riset dan Pendidikan Kedokteran Indonesia

    Semarang, 23 April 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) kembali mempererat kemitraannya melalui perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip). Kerjasama yang telah berlangsung sejak 2011 ini bertujuan untuk menumbuhkan dinamika perkembangan penelitian dan pendidikan kedokteran di Indonesia khususnya dalam bidang layanan diagnostik laboratorium, sekaligus menjadi wadah pertukaran informasi mengenai perkembangan teknologi laboratorium dan layanan penelitian di Prodia. Acara penandatanganan MoU berlangsung pada 23 April 2025 ini diselenggarakan bersamaan dengan Research Meeting yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika di FK Undip.Dalam sambutannya, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K), selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerjasama yang telah terjalin antara FK Undip dan Prodia. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam memperkuat kapasitas riset dan pendidikan kedokteran, yang tidak hanya bermanfaat bagi civitas akademika, tetapi juga untuk masyarakat luas. "Kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan inovasi dan kemajuan dalam bidang kedokteran, yang sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan Indonesia” jelas dr Yan.Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk(K) selaku Dekan FK Undip, dan apt. Maria Diah Fibriani, S.Si, M.Kes selaku Regional Head Central Java Region Prodia. Acara ini juga melibatkan pembicara dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Prodia, yang membahas topik-topik terkini dalam dunia penelitian kedokteran.“Perpanjangan kerjasama ini adalah bukti komitmen Prodia dalam mendukung kemajuan riset di bidang kedokteran di Indonesia. Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat terus memberikan layanan penelitian yang mendalam dan berkualitas bagi para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,” ujar apt. Maria Diah Fibriani, S.Si, M.Kes selaku Regional Head Central Java Region dari Prodia.Selain itu, dalam rangkaian acara ini juga diselenggarakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah pada 24 April 2025, yang dipandu oleh Ferry Sandra, D.D.S., PhD selaku Executive Director Prodia Education and Research Institute (PERI). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para akademisi dalam menulis artikel ilmiah yang siap dipublikasikan di jurnal internasional.“Kolaborasi antara Prodia dan FK Undip ini semakin memperkuat peran penting kami dalam dunia pendidikan dan riset kedokteran, serta membangun jembatan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan dunia medis di Indonesia,” tambah Ferry Sandra.Sebagai bagian dari komitmennya, Prodia terus memperkuat kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan dan penelitian untuk mendorong kemajuan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Prodia berkomitmen untuk terus mendukung riset berkualitas tinggi, menyediakan layanan penelitian yang komprehensif, dan berperan aktif dalam menghadirkan layanan penyedia kesehatan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan Prodia untuk menciptakan Sustainability for Healthy Community, dengan menyediakan layanan kesehatan diagnostik yang inovatif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.id  

  • 24 April 2025 promo

    Rayakan HUT ke-52 Prodia: Saatnya #HealthierTogether dengan Check-Up Rutin

    Promo spesial HUT ke-52 Prodia: hemat hingga 30%*.

  • 23 April 2025 promo

    Beyond the Plate: The Power of Personalized Nutrition

    Makan sehat itu penting, tapi tiap orang butuh nutrisi yang beda-beda.

  • 22 April 2025 document

    2025 - Paparan Publik

  • 27 Maret 2025 promo

    Promo World Health Day: Harga Spesial Pemeriksaan Kesehatan di Prodia

    Harga spesial pemeriksaan dengan menunjukkan hasil normal HbA1c atau Vitamin D 25-OH.

  • 14 Maret 2025 artikel

    Net Income Tumbuh 4%, Prodia Semangat Genjot Kinerja Dengan Strategi Unggulan 2025

    JAKARTA, 14 Maret 2025 -- PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih (net income) sebesar Rp270 miliar di tahun 2024. Hal ini menunjukkan pertumbuhan 4% Year on Year. Pencapaian ini menunjukkan resiliensi Perseroan sebagai pemegang market share laboratorium diagnostik terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari segmen pelanggan B2C, dengan kontribusi pendapatan sebesar 58% dari total pendapatan. Selain itu, Perseroan mencatatkan kontribusi pendapatan terbesar dari permintaan tes rutin sebesar Rp1,57 triliun yang turut menyumbang 69% total pendapatan Perseroan. Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp2.252 miliar, naik sebesar 1,3% secara year-on-year tahun 2023. Adapun posisi kas dan setara kas Perseroan masih tetap positif di level Rp442 miliar, sehingga Perseroan masih mampu menunjukkan kesehatan keuangan yang kuat dalam mendukung operasional bisnis.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan sejumlah strategi bisnis unggulan sudah dipersiapkan dan akan diimplementasikan secara bertahap untuk menggenjot pertumbuhan pendapatan dan laba di tahun 2025. “Perseroan akan mengoptimalkan perolehan dari jumlah tes-tes yang bersifat esoterik, pada tahun 2025 kami tingkatkan target menjadi 14 tes baru setiap tahunnya, utilisasi layanan klinik, memperbanyak POCs (Point of Collection), memperbanyak kerjasama dengan rumah sakit, asuransi, serta mengoptimalkan jejaring layanan pelanggan baik untuk B2C dan B2B secara intensif. Untuk menguatkan posisi sebagai market leader di industri laboratorium diagnostik di Indonesia, Perseroan berupaya meningkatkan jangkauan layanan sebagai pusat rujukan di Asia Tenggara (SEA Referral Laboratory)” ungkap Dewi.Selain strategi utama tersebut, kinerja positif Perseroan juga didukung dari kontribusi positif dari PT Prodia Diagnostic Line (Proline), yang sahamnya telah diakuisisi Perseroan pada Juni tahun lalu. Kontribusi Proline diharapkan semakin memperkuat kinerja Perseroan, terutama dalam menjawab kebutuhan alat kesehatan di Indonesia seiring dengan berbagai program pemerintah terhadap alat kesehatan berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada tahun 2025.Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi, mengatakan kinerja keuangan Perseroan saat ini dalam posisi yang baik, “Kami bersyukur bahwa Prodia berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif, dengan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan komitmen kami dalam mengelola operasional secara efisien dan mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus fokus pada strategi bisnis yang telah disiapkan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini. Dengan pendekatan yang disiplin dan adaptif, kami optimis dapat menjaga keuangan perusahaan yang sehat dalam jangka panjang” papar Liana.Hingga akhir 2024, Prodia terus memperluas jangkauan layanan dengan total 354 outlet yang tersebar di 80 kota di 34 provinsi Indonesia. Selain ekspansi jaringan, Perseroan terus mengalokasikan belanja modal (capex) untuk mendukung pertumbuhan bisnis, termasuk ekspansi outlet, rehabilitasi dan renovasi bangunan, keperluan relokasi, serta pengembangan operasional IT pada operasional Perseroan. Prodia dalam memperkuat perannya sebagai Center of Excellence laboratorium diagnostik, terus melakukan berbagai edukasi kesehatan, kolaborasi dengan institusi pendidikan dan badan riset, serta distribusi informasi melalui kanal digital. Selain itu, ekspansi digital terus didorong melalui pengembangan aplikasi U by Prodia, yang menyediakan fitur pemesanan pemeriksaan laboratorium, Health Plan, dan Chronic Disease Management, guna memberikan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.id 

  • 12 Maret 2025 artikel

    Dukung Pencapaian Sustainable Development Goals: Good Health & Well-Being, Prodia Gelar Skrining Demensia Gratis untuk 20.000 Warga Berusia Lanjut di Seluruh Indonesia

    Jakarta, 10 Maret 2025 – Dalam upaya mendukung kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berusia lanjut, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) meluncurkan program skrining demensia gratis bagi 20.000 warga berusia lanjut di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi salah satu pilar keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance) Prodia, Providing Healthcare Services for All yang bertujuan memberikan layanan kesehatan yang menitikberatkan pada aspek sosial dalam meningkatkan akses kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya kelompok masyarakat berusia lanjut. Program skrining demensia gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan risiko demensia. Program ini berlangsung pada 24 Februari hingga 31 Desember 2025 di 95 cabang Prodia yang telah memiliki izin klinik di seluruh Indonesia.Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif (daya ingat, kemampuan berfikir logis, pemahaman bahasa) dan mampu mengubah aktivitas hidup seseorang secara signifkan. Di tingkat global sendiri, setiap tahunnya kasus Demensia bertambah sebanyak 10 juta kasus. Prevalensi pengidap demensia pada tahun 2023 mencapai lebih dari 55 juta pengidap di seluruh dunia, dengan total 60% pengidapnya hidup di negara berpenghasilan rendah-menengah, dan demografi kasusnya lebih banyak dialami oleh perempuan. Di Indonesia sendiri, prevalensi demensia pada tahun 2017 mencapai sekitar 1,2 juta. Angka ini diproyeksikan dapat meningkat lebih dari 300% menjadi 4 juta orang pada tahun 2050. Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen ESG perusahaan. “Sebagai pemain di industri layanan kesehatan, Prodia tidak hanya fokus pada inovasi medis tetapi juga bertanggung jawab dalam menciptakan dampak sosial yang positif. Program ini adalah bagian dari inisiatif ESG kami untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat usia lanjut melalui deteksi dini penyakit neurodegeneratif seperti demensia,” ungkapnya.Lebih lanjut, Indriyanti menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah esensial dalam menangani demensia. “Skrining dini memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan tepat, sehingga dapat meningkatkan harapan hidup serta kualitas hidup para masyarakat berusia lanjut,” tambahnya.Program Skrining Demensia ini terbuka bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas dan dapat dilakukan di 95 cabang Prodia yang berizin klinik.  Pada tahap awal, peserta akan diberikan Kuesioner AD-8 INA untuk melakukan penilaian awal apakah terdapat kecurigaan gangguan kognisi. Jika hasil AD-8 INA menunjukkan hasil lebih dari sama dengan 2 (≥2), maka akan dilanjutkan dengan skrining lanjutan MOCA-INA oleh dokter Prodia. Jika hasil (skor MOCA-INA ≤25 – kurang dari sama dengan 25), maka telah terjadi penurunan fungsi kognitif.  Peserta akan diarahkan dokter Prodia untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkonsultasi dengan Dokter Internis Geriatri /Dokter spesialis syaraf di Prodia Senior Health Center Jakarta, Surabaya, Makassar.AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan edukasi kesehatan terkait kemampuan berpikir dan penurunan daya ingat sejak dini. “Pada tahun 2024, kami berhasil menyaring lebih dari 10.598 peserta, melampaui target awal 10.000 peserta. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, kami meningkatkan target menjadi 20.000 peserta di tahun ini. Dengan semakin banyaknya peserta yang mengikuti program ini, kami berharap masyarakat juga dapat semakin aware dan teredukasi terhadap keberadaan demensia serta risiko gejalanya yang mungkin timbul.” jelasnya.Sebagai bagian dari strategi ESG, Prodia juga aktif dalam berbagai program keberlanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses kesehatan bagi masyarakat luas, termasuk layanan kesehatan berbasis personalized medicine di Prodia Senior Health Center. Dengan semakin luasnya cakupan program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan otak dan mengambil langkah preventif untuk mencegah demensia.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.id 

  • Hasil tidak ditemukan.
  • Hasil tidak ditemukan.