Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
21 Februari 2025 artikel
Prodia Wujudkan Sustainability for Healthy Community melalui Pemberian Pemeriksaan Whole Exome Sequencing (WES) Gratis untuk Komunitas Penyakit Langka
Jakarta, 21 Februari 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) kembali melanjutkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung komunitas Orang Dengan Penyakit Langka (Odalangka) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah dimulai sejak tahun 2019 dengan bekerja sama dengan Indonesia Rare Disorders (IRD). Kali ini, Prodia menghadirkan pemeriksaan genetik berbasis Whole Exome Sequencing (WES), sebuah inovasi terbaru dalam dunia medis yang memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan mendalam untuk Odalangka. Teknologi WES ini bertujuan memberikan hasil yang lebih lengkap, mendeteksi kelainan genetik hingga ke tingkat gen, dan mempercepat perawatan personal yang lebih tepat. Kegiatan CSR ini dihadiri oleh Dewi Muliaty selaku Direktur Utama Prodia, dan sejumlah jajaran Direksi serta Komisaris Prodia, Prof. dr. Sultana Muhammad Hussein Faradz, PAK., Ph.D selaku pakar genetika medis, Yola Tsagia selaku ketua IRD, bersama para peserta CSR IRD yang hadir baik melalui online maupun tatap muka. Adapun acara ini dibuka secara simbolis pada hari Jumat, 21 Februari 2025 di Auditorium Prodia Tower, Jakarta.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyatakan bahwa program CSR ini adalah bagian dari komitmen Prodia untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan. “Melalui evaluasi hasil program sebelumnya, kami menyadari pentingnya pemeriksaan yang lebih mendalam hingga tingkat genetik untuk mendukung diagnosis yang lebih presisi, yang akhirnya dapat memberikan perawatan yang lebih personal dan efektif,” tuturnya. Dewi menambahkan, diharapkan teknologi WES ini dapat memperkuat hasil pemeriksaan dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif bagi Odalangka.Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Yudhi Pramono, M.A.R.S., dalam keynote speechnya memberikan apresiasi atas inisiatif Prodia dalam membantu memperluas akses layanan diagnostik yang inovatif. Beliau mendorong Prodia untuk terus menjadi salah satu contoh bagi layanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menyediakan akses yang setara bagi semua lapisan masyarakat untuk mendukung sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.Saat ini telah teridentifikasi ±8.000 jenis penyakit langka di dunia dan telah mempengaruhi jutaan hidup orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 70% dialami oleh pasien berusia anak-anak dan balita, dan lebih dari 75% kasus penyakit langka berakar dari kelainan genetik. Penyakit langka acapkali mengalami kesalahan diagnosis atau ketidakpastian diagnosis karena spektrum gejala yang ditimbulkan bersifat luas dan sering menyerupai gejala penyakit lain sehingga menyebabkan bias diagnosis.Komitmen Prodia dalam membantu Odalangka melalui CSR ini juga mendapat sambutan positif dari Founder & Komisaris Utama Prodia, Andi Widjaja, “Kami ingin terus memberikan kontribusi dengan menyediakan akses pemeriksaan yang lebih mendalam dan memberikan harapan baru bagi keluarga yang membutuhkan diagnosis yang lebih pasti,” ungkap Andi. Co-founder & Komisaris Prodia, Gunawan P.S , menambahkan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan akses kesehatan yang inklusif, khususnya bagi penyandang penyakit langka.Ketua Perkumpulan Komunitas IRD, Yola Tsagia, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Prodia kepada komunitasnya. “Inisiatif Prodia dengan teknologi WES memberikan harapan selanjutnya bagi Odalangka untuk penegakkan diagnosa yang lebih akurat dan mendalam. CSR ini memiliki peran penting membuka akses pengobatan Odalangka dengan lebih tepat dan terarah demi tercapainya optimalisasi perkembangan Odalangka, khususnya anak-anak.” tuturnya. “Program CSR ini diawali dengan kegiatan seminar edukasi dengan tajuk “Kesetaraan Akses melalui Inovasi Terbaru: Pemeriksaan Whole Exome Sequencing untuk Komunitas Penyandang Penyakit Langka”. Menghadirkan sejumlah narasumber seperti Prof. dr. Sultana Muhammad Hussein Faradz, PAK., Ph.D selaku guru besar di bidang genetika medis, Winny, MSc selaku Molecular Predictive & Diagnostic Lab Head di Prodia, serta Ibu Yola Tsagia selaku Ketua Komunitas IRD.Marina Eka Amalia, AVP Legal, Investor Relation, & Corporate Secretary Prodia sekaligus sebagai ketua acara CSR mengungkapkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen Prodia dalam mewujudkan pilar keberlanjutan Prodia, Promoting Healthcare Services for All, dengan menghadirkan solusi diagnostik yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan tenaga medis, pakar genetika, dan komunitas, program ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini, meningkatkan kualitas hidup odalangka, serta memberikan dampak sosial yang lebih luas.Sekitar 30 anak-anak Odalangka yang telah memenuhi kriteria akan mengikuti pemeriksaan WES yang dimulai pada Maret 2025 dengan hasil pemeriksaan dan konseling medis yang dijadwalkan pada September 2025. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa pada tahun 2023, yang menggunakan teknologi Chromosomal Microarray (CMA) untuk 150 anak Odalangka di seluruh Indonesia. Berbeda dengan CMA yang mendeteksi kelainan genetika hingga tingkat kromosom, WES memungkinkan deteksi yang lebih mendalam hingga tingkat gen, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat, terutama untuk kasus dengan hasil "inconclusive" pada teknologi CMA sebelumnya.Sekilas Mengenai Pemeriksaan Whole-Exome (WES)Whole Exome Sequencing adalah pemeriksaan yang menganalisis eksom, yaitu bagian DNA yang mengandung gen yang bertanggung jawab dalam pembentukan protein. Meskipun eksom hanya mencakup sekitar 1-2% dari seluruh genom manusia, bagian ini mengandung sekitar 85% mutasi yang diketahui dapat menyebabkan penyakit. Dengan menganalisis eksom, kita dapat mencari perubahan genetik yang mungkin berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Pemeriksaan berbasis teknologi WES dapat direkomendasikan dalam beberapa kondisi, seperti:Seseorang mengalami gejala medis yang tidak diketahui penyebabnya dan diduga berkaitan dengan faktor genetik.Terdapat riwayat penyakit genetik dalam keluarga.Tes konvensional lainnya belum memberikan diagnosis yang jelas. Dengan tes ini, dokter dapat menegakkan diagnosis, menentukan pilihan pengobatan, atau memberikan informasi bagi perencanaan keluarga. Adapun tujuan pemeriksaan berbasis teknologi WES yakni sebagai berikut: 1) Mampu mengidentifikasi perubahan genetik yang terkait dengan kondisi kesehatan tertentu; 2) Memberikan informasi tentang potensi risiko genetik bagi anggota keluarga; serta 3) Membantu dalam perencanaan perawatan yang lebih personal.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
21 Februari 2025 artikel
Prodia Raih Peringkat Pertama Contact Center Service Excellence Award 2025, Pertahankan Standar Mutu Layanan Pelanggan
Bali, 19 Februari 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) kembali membuktikan konsistensinya dalam mempertahankan kualitas pelayanan pelanggan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2023 melalui tim Kontak Prodia, dengan meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Awards 2025. Pada kesempatan ini, Prodia berhasil menduduki peringkat pertama untuk kategori industri laboratorium dengan perolehan skor index sebesar 95,06 atau mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 93,746. Dengan pencapaian skor ini, Prodia menorehkan predikat Mostly Happier Customers. Penghargaan diterima secara simbolis oleh Sicillia Dyah Indriasari selaku Branch Manager Prodia cabang Denpasar. Direktur Digital Service Transformation & IT Prodia, Andri Hidayat, turut mengapresiasi pencapaian penghargaan ini. “Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami dalam mempertahankan mutu pelayanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan melalui Kontak Prodia 1500-830. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berharap hal ini dapat menjadi katalis dan motivasi untuk seluruh tim Kontak Prodia untuk terus memberikan pelayanan pelanggan yang andal, berkualitas, dan professional.” ujar AndriContact Center Service Excellence Awards 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang dilaksanakan setiap tahun oleh Majalah Marketing bersama Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL), sebuah lembaga konsultan ternama di Indonesia yang bertugas memastikan terciptanya customer excellence management pada setiap aspek pelayanan pelanggan di perusahaan-perusahaan penyedia jasa, khususnya layanan contact center. Penilaian untuk penghargaan ini didasarkan pada tiga aspek utama dari customer touch points, yaitu Access, System & Procedure, dan People. Pada aspek Access, tiga atribut KPI yang diukur meliputi accessibility, availability, dan connection speed. Pada aspek System & Procedure, tiga atribut KPI yang dianalisis adalah system, enjoyment, dan service standard consistency. Sementara itu, aspek People mengukur dua atribut KPI, yaitu soft skill dan hard skill.Sejalan dengan pernyataan Andri, Contact Center Manager Prodia, Risky Agiariza mengungkapkan Kontak Prodia telah menjadi layanan one-stop service yang terpercaya bagi pelanggan dan masyarakat akan kebutuhan informasi mengenai Prodia. “Tentunya sebagai customer touch point, Kontak Prodia hadir untuk menjangkau seluruh pelanggan secara fleksibel dan professional. Sejak diluncurkan pada tahun 2018, Prodia senantiasa mengembangkan dan mengelola kanal komunikasi pelanggan yang cepat dan interaktif, serta mampu menjadi solusi yang menjawab kebutuhan pelanggan untuk memperoleh segala informasi pemeriksaan diagnostik laboratorium dan penanganan pelanggan terbaik.” Ungkap Risky.“Kontak Prodia” merupakan pusat layanan pelanggan Prodia yang dikelola oleh tim Contact Centre Prodia dan beroperasi 24/7 dalam melayani permintaan informasi, pemesanan pemeriksaan dan penanganan keluhan pelanggan. Dengan mengusung konsep layanan omnichannel, selain melalui Call Centre 1500 830, Kontak Prodia juga dapat dihubungi melalui WhatsApp 0855 1500 830, Telegram @Prodia.id, X @Prodia_Lab, Instagram @Prodia_lab, email info@prodia.co.id dan website www.prodia.co.id, demi memenuhi kenyamanan dan preferensi pelanggan. Pelanggan juga dapat melakukan proses pembayaran layanan yang berlaku untuk semua jenis pemeriksaan rutin dan esoterik, serta layanan Home Service. Kontak Prodia juga dapat diakses menggunakan teknologi chatbot melalui layanan personal assistant virtual bernama TANIA (TANya prodIA). Prodia yakin dengan pengelolaan standar mutu pelayanan pelanggan terbaik, dapat menghadirkan customer experiences serta customer journey yang terpercaya, serta akses pelanggan yang fleksibel kapanpun dan di manapun. Selain itu, Prodia juga berkomitmen untuk mewujudkan Sustainability for Healthy Community, dengan menyediakan layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan untuk mendukung kesehatan masyarakat jangka panjang.***** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id
-
20 Februari 2025 artikel
Prodia Raih Apresiasi sebagai Kolaborator dalam Transformasi Layanan Kesehatan
PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) dianugerahi penghargaan oleh GlobalHealth Indonesia dengan predikat ‘Laboratory for Advanced Diagnostic Solutions of The Year’ yang diwakilkan oleh Indri Marya Wulandari selaku AVP of Business Prodia. Apresiasi ini diberikan dalam acara GlobalHealth Indonesia Summit 2025 yang merupakan hasil kerja sama antara JMM Consulting dan GlobalHealth Asia-Pacific. Acara ini mengusung enam topik utama yang melibatkan lebih dari 120 peserta, termasuk dokter, pelaku industri kesehatan, dan perwakilan pemerintah pada 14-15 Februari 2025 di The Ritz Carlton Bali.Diskusi yang dihadirkan dalam hari pertama konferensi ini mencakup transformasi layanan kesehatan berbasis digital dan teknologi medis mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dalam layanan medis. Serta, hari kedua diskusi difokuskan pada digitalisasi layanan kesehatan dan longevity medicine.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyambut baik inisiatif GlobalHealth Indonesia Summit 2025 dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi layanan kesehatan. “Transformasi layanan kesehatan di Indonesia mencakup pendidikan, pengajaran, dan penelitian. Kita tidak hanya bisa berpikir di permukaan, tetapi kita juga harus berpikir tentang pendidikan, pengajaran, dan penelitian. Semua itu harus kita lakukan dalam transformasi rumah sakit,” kata Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, Sunarto dalam diskusi Global Health Indonesia Summit, Conference & Awards, Minggu (16/2).GlobalHealth Indonesia Summit 2025 telah menegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, rumah sakit, maupun sektor teknologi, adalah kunci dalam mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Dengan inovasi dan kemitraan yang terus berkembang, Indonesia semakin siap untuk menghadapi tantangan di dunia medis dan meningkatkan standar layanan kesehatan menuju tingkat global.Indonesia memiliki potensi besar di sektor kesehatan, terutama dalam kemitraan antara rumah sakit internasional dan domestik, di mana Bali berkembang sebagai destinasi wisata medis. Prodia memiliki empat cabang di Bali dan sekitarnya, yaitu; Prodia Health Care Renon Denpasar, Prodia Gianyar, Prodia Tabanan, dan Prodia Singaraja yang dapat mendukung transformasi layanan kesehatan masa depan. Secara nasional, Prodia telah mengembangkan layanan laboratorium, non-laboratorium, dan klinik. Hingga 2025, Prodia telah memiliki 62% cabang berizin klinik yang tersebar di seluruh Indonesia.
-
04 Februari 2025 artikel
Fokus Tingkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan bagi Pelanggan, Prodia Transformasi Layanan Klinik Utama Cabang Purwokerto
Purwokerto, 4 Februari 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) meresmikan Klinik Utama Prodia Purwokerto yang berlokasi di Jl. S. Parman 84B, Purwokerto, Jawa Tengah. Melalui peresmian ini, Prodia kini hadirkan Klinik Utama yang menyediakan fasilitas layanan klinik dan laboratorium, serta pemeriksaan penunjang yang lebih komprehensif untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya. Peresmian ini merupakan relokasi cabang Prodia Purwokerto yang sebelumnya terletak di Jl. S. Parman No. 946A, Purwokerto. Di mana, Prodia Purwokerto merupakan cabang Prodia ke-22 yang telah hadir sejak 1990.Peresmian ini dihadiri oleh Sadewo Tri Lastiono selaku Bupati Banyumas terpilih, dan dr. Widyana Grehastuti, Sp.O.G, M.Si.Med selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Turut hadir dalam peresmian ini Andi Widjaja, Ph.D., MBA. selaku Founder & Komisaris Utama Prodia, bersama Drs. Gunawan Prawiro Soeharto selaku Co-founder & Komisaris Prodia serta jajaran Direksi Prodia yang diwakili oleh Dr. Dewi Muliaty, M.Si. selaku Direktur Utama Prodia, Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si., selaku Direktur Business & Marketing Prodia, Liana Kuswandi, dan Maria Diah Fibriani selaku Regional Head Central Java Region, segenap tamu undangan dari mitra strategis, sejumlah pejabat pemerintah, hingga pelanggan.Bupati Banyumas terpilih, Sadewo Tri Lastiono, , mengapresiasi upaya Prodia yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanannya. Beliau berharap dengan standar mutu yang dihadirkan Prodia, dapat mendorong peningkatan kesadaran gaya hidup sehat serta taraf kualitas kesehatan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan harapannya atas transformasi Klinik Utama Prodia Purwokerto. ‘’Transformasi layanan Klinik Utama Prodia Purwokerto dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada para pelanggan dengan layanan yang lebih lengkap dan nyaman. Diharapkan dengan hadirnya Klinik Utama Prodia Purwokerto, dapat menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Purwokerto, khususnya layanan diagnostik kesehatan berstandar global yang semakin mudah dijangkau. Selain itu, transformasi ini juga sejalan dengan komitmen Prodia terhadap Sustainability for Healthy Community, dengan menghadirkan layanan yang mendukung keberlanjutan kesehatan masyarakat, baik dari segi kualitas pelayanan maupun dampak positif terhadap lingkungan dan gaya hidup sehat."Klinik Utama Prodia Purwokerto kini menyediakan layanan one-stop service yang mencakup layanan pemeriksaan laboratorium, non-laboratorium, dan Klinik Utama. Kehadiran Klinik Utama Prodia Purwokerto merupakan salah satu upaya Prodia untuk membangun paradigma kesehatan yang berkualitas sekaligus memenuhi harapan pelanggan akan kemudahan akses fasilitas kesehatan. Selain itu, Prodia berfokus pada pendekatan promotif dan preventif guna menciptakan pengalaman pelanggan yang unggul. Selain layanan laboratorium, Klinik Utama Prodia Purwokerto juga didukung dengan adanya layanan non laboratorium yang semakin lengkap seperti radiologi, elektrokardiologi (EKG), audiometri, dan treadmill. Klinik Utama Prodia Purwokerto juga melayani vaksinasi untuk semua jenis vaksin, konsultasi Dokter Umum dan konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik Utama.Pada kesempatan yang sama, Maria Diah Fibriani selaku Regional Head Central Java Region, menambahkan “Klinik Utama Prodia Purwokerto beroperasi setiap hari dengan jam operasional yang berlaku pada hari Senin-Jumat mulai pukul 06.30-20.00 WIB dan hari Sabtu mulai pukul 06.30-17.00. Langkah transformasi ini juga merupakan komitmen Prodia untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kelengkapan pemeriksaan penunjang personalized medicine, sekaligus mewujudkan komunitas yang lebih sehat secara berkelanjutan.” Ujarnya selepas acara peresmian. Sebelumnya, pada tanggal 23 Desember 2025 (23/12) Prodia telah mengadakan soft opening dan mulai beroperasi untuk melayani masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.***** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.idReskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk Ph. +62-21-3144182 ext 3762Email reskia.dwi@prodia.co.id
-
24 Januari 2025 promo
Ayo Lakukan Check Up dan Skrining Kanker
Deteksi dini dapat menyelamatkan hidup Anda. Manfaatkan harga spesial selama Februari 2025.
-
15 Januari 2025 artikel
Prodia Kembali Hadirkan Inovasi: Smart Report 2.0 dan Fitur Terbaru Health Plan, Berikan Pengalaman Kesehatan yang Lebih Personal dan Holistik dalam Satu Aplikasi
Jakarta, 15 Januari 2025 - Pionir layanan kesehatan diagnostik di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA), bersama anak usahanya PT Prodia Digital Indonesia (PRDI), kembali meluncurkan inovasi terbaru dengan memperkenalkan Smart Report 2.0 dan fitur terbaru Health Plan pada aplikasi U by Prodia. Kedua inovasi ini menjadi langkah strategis Prodia untuk memperkuat komitmennya sebagai Next Generation Healthcare Provider. Dengan kedua inovasi ini, Prodia menyediakan layanan kesehatan yang lebih personal, informatif, dan mudah diakses oleh pelanggan hanya dalam satu aplikasi.Dalam Konferensi Pers yang diadakan di Hotel Borobudur (15/01), Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty, menyampaikan "Kami percaya bahwa kesehatan yang optimal dimulai dari pemahaman yang baik atas kondisi tubuh. Untuk itu, kami menghadirkan Smart Report 2.0 yang memberikan hasil pemeriksaan kesehatan yang lebih holistik, sehingga pelanggan dapat lebih mengenal kondisi kesehatan tubuhnya. Lebih dari sekedar penyajian angka-angka, dengan mengintegrasikan teknologi dan literatur medis terpercaya, Smart Report 2.0 memberikan pengalaman pelanggan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai kondisi kesehatan mereka, disertai dengan rekomendasi yang terpersonalisasi dan mudah dipahami. Selain itu, kami juga menghadirkan fitur Health Plan yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kesehatan, memberikan rekomendasi pola makan dan program olahraga yang relevan untuk membantu kondisi kesehatan pelanggan", ujar Dewi.Smart Report 2.0 menyajikan laporan kesehatan yang lebih menarik dan mudah dipahami, dilengkapi dengan infografis, analisis mendalam, serta penjelasan singkat mengenai pemeriksaan, hasil, nilai rujukan, indikasi, gejala, dan rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi sesuai kondisi pelanggan. Laporan ini membantu pengguna memahami kondisi kesehatan secara menyeluruh.Sementara itu, Health Plan pada aplikasi U by Prodia memungkinkan pengguna mendapatkan rencana pola makan dan olahraga yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kesehatan. Fitur ini menyediakan akses bagi pengguna untuk berkonsultasi secara daring dengan dokter spesialis dan ahli gizi bersertifikat. Pengguna juga dapat memantau perkembangan health plan melalui plan diary, serta mendapatkan rencana kesehatan yang terarah. Semua fitur ini tersedia dalam satu aplikasi yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Prodia Digital Indonesia, Liana Kuswandi, menjelaskan, "U by Prodia mencerminkan komitmen Prodia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang personal dan informatif. Fitur Health Plan di aplikasi U by Prodia merupakan manifestasi jawaban kami untuk kebutuhan tersebut, yang telah dirancang sebagai solusi kesehatan yang komprehensif dan efisien bagi pelanggan dalam menerapkan pola gaya hidup sehat lebih optimal. Dengan kemudahan yang ditawarkan, pengguna dapat mengakses dan memonitor rencana kesehatannya yang berisi pola makan dan pola olahraga secara real-time. Penyusunan rencana kesehatan ini mengacu pada hasil pemeriksaan laboratorium serta profil kesehatan tubuh pengguna aplikasi, untuk kemudian disesuaikan dan diterapkan pada pola gaya hidup dalam mencapai tujuan kesehatan & wellness", papar Liana.Kehadiran Smart Report 2.0 dan fitur Health Plan pada aplikasi U by Prodia merupakan komitmen Prodia sebagai mitra terpercaya dalam menghadirkan one-stop health & wellness solution bagi masyarakat Indonesia dengan layanan yang lengkap, informatif, dan berbasis teknologi. Dengan konsep "U" dalam U by Prodia, yang melambangkan "You" dan "Unique", mencerminkan keyakinan Prodia bahwa setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda-beda dan unik sehingga U by Prodia hadir dengan solusi yang dipersonalisasi."Smart Report 2.0 dan Health Plan merupakan terobosan yang sangat membantu pengguna dalam memberikan pengalaman baru untuk memahami kesehatan secara personal. Saya sebagai tenaga kesehatan merasa sangat terbantu sehingga mempermudah saya dalam memberikan rekomendasi dan arahan kepada pasien,” ungkap dr. Ida Gunawan, MS SpGK(K), Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan.dr. Ida Gunawan, MS SpGK(K) juga menambahkan, “Penting bagi setiap dari kita untuk mengatur pola makan dan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh agar efektif mencapai kondisi kesehatan prima. Health Plan dapat membantu pengguna menjalankan hidup sehat yang sesuai kebutuhan dari manapun dan kapanpun.”“Prodia percaya bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang, karenanya menjadi penting bagaimana kita mengelola kesehatan (health management). Prodia akan terus berinovasi untuk memastikan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Dewi mengakhiri acara Konferensi Pers siang itu. Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 31 Desember 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 354 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & Play Store. Tentang PT Prodia Digital Indonesia PT Prodia Digital Indonesia (Prodia Digital) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas jasa informasi dan pemenuhan layanan kesehatan dan kebugaran melalui jalur digital. Sebagai anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), Prodia Digital menghadirkan kemudahan akses yang lebih luas untuk masyarakat untuk menikmati layanan laboratorium dan klinik di seluruh Indonesia yang berstandar nasional dan internasional.Diluncurkan di tahun 2023, Prodia Digital menandai perwujudan komitmen secara nyata dari PRDA untuk melakukan percepatan transformasi digital dengan memberikan layanan yang dilakukan ilmiah yang berdasarkan data. Prodia Digital memberikan layanan pemesanan tes laboratorium, akses hasil pemeriksaan secara digital, konsultasi dokter, Health Shop (toko kesehatan), Health Plan (program gaya hidup sehat), serta Health Assessment untuk mengetahui profil risiko setiap pengguna yang terpersonalisasi, serta pendampingan kebutuhan kesehatan dan kebugaran secara unik untuk setiap pribadi yang berbeda.Produk Prodia Digital dapat dinikmati dengan mengunduh aplikasi U by Prodia di pasar aplikasi/app store, baik untuk Android maupun iPhone. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate Secretary PT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email: corporate.secretary@prodia.co.idChintya ChandraHead of Digital MarketingPT Prodia Digital IndonesiaPh. 021 2980 3800 Ext 3900E-mail: chintya.chandra@prodia.co.id
-
07 Januari 2025 document
Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
-
06 Januari 2025 page
Survei Desain Prodia 2025
Bantu kami menjadi lebih baik dengan mengisi survei desain Prodia di sini.
-
06 Januari 2025 artikel
Prodia Perkenalkan Penambahan Alat Next Generation Sequencing: ONSO System SBB untuk Deteksi Mutasi Gen Penyebab Penyakit Secara Lebih Akurat
Jakarta, 3 Januari 2025 – Sebagai Centre of Excellence, laboratorium diagnostik terbesar di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Inovasi terbaru yang dihadirkan adalah instalasi alat laboratorium tercanggih bernama Onso System Sequencing By Binding (SBB). Alat yang merupakan bagian dari teknologi Next Generation Sequencing (NGS) ini dirancang untuk mendeteksi detail paling kecil pada komposisi genetik manusia, termasuk mutasi genetik yang berpotensi menyebabkan penyakit. Kehadiran alat Onso System SBB ini semakin melengkapi serangkaian teknologi NGS yang dimiliki Prodia untuk menunjang layanan diagnostik molekuler yang lebih optimal. Alat Onso System SBB ini ditempatkan di laboratorium Prodia Tower, dan diresmikan oleh Dewi Muliaty selaku Direktur Utama Prodia, Lies Gantini selaku VP Diagnostic Operation Prodia, bersama Miswar Fattah selaku Head of Research & Specialty Lab Development Prodia.Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyatakan, "Kehadiran alat Onso System SBB ini merupakan langkah penting bagi Prodia untuk memberikan layanan diagnostik yang lebih komprehensif. Dengan alat ini, laboratorium kami dapat mengidentifikasi risiko penyakit genetik dan penyakit langka lebih dini, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan tepat dan cepat mendukung kedokteran presisi. Kami berharap teknologi ini membantu pelanggan mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih personal dan efektif."Tak tanggung-tanggung, Prodia berinvestasi miliaran rupiah untuk menghadirkan Alat Onso System SBB ini. VP Diagnostic Operation Prodia, Lies Gantini, mengungkapkan investasi tersebut layak dilakukan demi memberikan layanan terdepan bagi pelanggan. Hal ini juga membuktikan keseriusan Prodia untuk terus berinovasi. Dengan ketersediaan alat ini, maka akan memberikan peluang besar bagi Prodia dalam mendukung edukasi tentang penyakit genetik dan pengembangan inovasi pemeriksaan berbasis genetik. “Langkah ini mencerminkan komitmen Prodia sebagai Next Generation Healthcare Provider yang selalu menghadirkan layanan modern, terpercaya, dan berbasis teknologi terkini untuk masyarakat Indonesia. Dengan Onso System SBB, kami semakin memperkuat posisi Prodia sebagai pelopor teknologi diagnostik di Indonesia,” jelas Lies.Sebagai informasi, teknologi laboratorium Onso System SBB ini memiliki keunggulan luar biasa, di antaranya: (1) Tingkat akurasi tinggi hingga 90% Q40+ dibandingkan dengan instrumen sekuensing lainnya; (2) Sensitivitas tinggi, yang memungkinkan pendeteksian perubahan kecil pada DNA (mutasi DNA) khususnya yang sering ditemukan di kasus penyakit langka; (3) Aplikasi yang beragam, dapat digunakan dalam penelitian kanker (untuk pengembangan skrining dan terapi obat), gene editing (konfirmasi hasil editing dan penemuan biomarker baru), analisis eksom/panel hingga analisis sel tunggal.Pada kesempatan yang sama, Head of Research & Specialty Lab Development Prodia, Miswar Fattah menambahkan, “Sebagai Leader in Next Generation Technology, maka teknologi canggih ini akan meningkatkan akurasi diagnostik sehingga mampu memberikan diagnosis yang lebih presisi, terutama untuk penyakit langka akibat adanya variasi genetik yang bersifat patogenik. Selain itu, alat ini membuka ruang bagi Prodia untuk terus mengembangkan inovasi pemeriksaan baru, terutama dalam bidang diagnostik molekuler meliputi penelitian genetika medis, identifikasi risiko penyakit berdasarkan profil genetik, penegakan diagnosis penyakit genetik dan penentuan targeted therapy sehingga penanganan menjadi lebih personal”.Dengan hadirnya Onso System SBB, Prodia semakin menegaskan perannya sebagai pelopor dalam bidang laboratorium diagnostik modern di Indonesia. Melalui inovasi teknologi ini, Prodia tidak hanya mendukung deteksi penyakit yang lebih akurat tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan para peneliti dan institusi untuk pengembangan layanan kesehatan berbasis genetik. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Prodia untuk terus memberikan layanan terbaik sebagai Next Generation Healthcare Provider yang dapat diandalkan oleh masyarakat.****** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email corporate.secretary@prodia.co.id Reskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk Ph. +62-21-3144182 ext 3762Email reskia.dwi@prodia.co.id
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.