Hasil Pencarian
Hasil pencarian dari ""
-
08 Oktober 2018 artikel
Berapa Kadar Lemak dan Kolesterol Anda?
Secara umum, seseorang tidak akan dapat mengetahui kadar lemak dan kolesterol yang terdapat dalam tubuhnya tanpa melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan lemak dan kolesterol akan menginformasikan data perkiraan kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh serta risiko yang bisa jadi membahayakan tubuh. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan dalam mengatur pola hidup sehingga terhindar dari berbagai risiko seperti penyakit jantung dan stroke.1. Kolesterol totalKadar kolesterol tinggi memicu terjadinya aterosklerosis. Oleh karena itu, pemeriksaan ini digunakan sebagai salah satu faktor risiko aterosklerosis.2. Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) LDL seringkali disebut 'kolesterol jahat' karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL. Kadar LDL yang tinggi meningkatkan risiko Anda terhadap kejadian penyakit jantung.Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui profil lemak dan menilai keberhasilan pengobatan. Dulu, kadar kolesterol LDL ditetapkan melalui perhitungan namun ternyata diketahui bahwa kadar kolesterol LDL yang didapatkan dari metode perhitungan tidak akurat saat pasien memiliki kadar trigliserida yang tinggi (> 400 mg/dL) atau saat pasien tidak berpuasa dengan benar. Saat ini telah ada metode untuk menetapkan kadar kolesterol LDL secara langsung (direct) dan keuntungannya, pasien tidak perlu puasa. Anda perlu memastikan bahwa laboratorium yang Anda pilih menggunakan metode langsung (direk) tersebut.3. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein)HDL seringkali disebut sebagai 'kolesterol baik' karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Kadar HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi Anda terhadap kejadian penyakit jantung.Pemeriksaan ini bermanfaat dalam menilai profil lemak dan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dengan cara menentukan jumlah kolesterol yang terkandung dalam partikel HDL.4. TrigliseridaTrigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka kadar trigliserida akan meningkat. Peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.Sindrom metabolik adalah kombinasi antara peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah, kelebihan lemak di sekitar perut (obesitas sentral), kadar HDL yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes dan stroke.5. Apolipoprotein B (Apo B)Kolesterol tidak dapat larut dalam darah sehingga membutuhkan 'carrier' atau pembawa untuk membawa kolesterol ke seluruh tubuh. Pembawanya berupa protein yang disebut sebagai apolipoprotein/apoprotein (apo). Kesatuan antara kolesterol dan apolipoprotein itu dikenal sebagai lipoprotein. Banyak sekali jenis lipoprotein, namun yang paling banyak dikenal yaitu LDL dan HDL.Pemeriksaan Apo B bermanfaat untuk meningkatkan prediksi risiko PJK. Semakin tinggi kadar Apo B, walaupun kadar LDL normal tetap saja meningkatkan risiko PJK. Jumlah Apo B menggambarkan jumlah partikel lipoprotein berbahaya yang bersifat aterogenik (dapat memicu proses aterosklerosis).Mulailah selektif dalam memilih makanan yang akan Anda konsumsi. Bila perlu periksa label makanan untuk mengetahui jumlah lemak jenuh yang terkandung dalam makanan. Disamping itu, lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat membahayakan diri Anda.
-
28 Agustus 2018 artikel
Orang Tua Bisa Jadi Penyebab Obesitas Anak
Orang tua modern cenderung memberi makan anak mereka berdasarkan iklan makanan dan suplementasi bayi, dan berbagai teori modern dari berbagai penerbitan maupun acara televisi. Mereka mengabaikan fakta, bahwa dengan keunikan masing-masing setiap anak akan butuh makan sesuai dengan kebutuhan individualnya, baik dari jenis makanan, jumlah, maupun jadwal dan waktunya.Ada anak yang produksi laktasenya terbatas, maka ia akan tidak doyan susu. Di pihak lain, ada yang daya serap pencernaannya rendah, sehingga makan terus tetapi tidak jadi gemuk. Ada pula yang daya serap pencernaannya efisien, sehingga cukup makan sedikit sudah membuat mereka energetik.Pengaturan yang berlebihan terhadap pola makan anak, secara bertahap akan menumpulkan dan ‘merevisi’ naluri pertumbuhan alamiahnya. Ibarat ayam, ia menjadi anak ayam yang tumbuh di peternakan, yang diberi makan sesuai jadwal dan gizi standard agar cepat ‘bongsor’ untuk tujuan bisa cepat 'dipanen’. Disini naluri alamiah anak tergantikan oleh aturan makan dari sang orang tua. Padahal jika ia makan sesuai naluri yang built-in di dalam tubuhnya, ia tidak akan kekurangan berat badan maupun menjadi kegemukan. Anak-anak desa yang belum tercemar pola makan modern dan anak-anak suku terasing tidak ada yang mengalami obesitas.Kesadaran Baru Bagi Orang TuaJika anak Anda mengalami obesitas, jangan buru-buru mencari penyebabnya dari luar. Luangkan waktu untuk memeriksa apakah Anda sudah menjauhkan anak dari naluri makan, sadari perasaan Anda sendiri tentang cara Anda merawat anak Anda. Mulailah menyadari hal-hal di bawah ini:1. Makanan berfungsi sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Ketika energinya berkurang karena terpakai, maka anak Anda akan didorong oleh rasa laparnya untuk makan lagi. Jadi ukuran porsi dan waktu makan lebih tepatnya adalah ditentukan oleh rasa lapar yang timbul karena kebutuhan-kebutuhan alamiahnya.Kalau anak Anda banyak beraktivitas dan mungkin makannya jadi banyak, ini adalah hal yang alamiah dan tidak akan membuat ia menjadi gemuk.2. Anak perlu diberi pilihan beberapa macam makanan. Pemaksaan pada makanan tertentu akan menumpulkan fungsi selera sebagai indikator kebutuhan tubuhnya. Ada 2 ekstrem yang mungkin bisa terjadi bila anak terlalu diatur makanannya. Ia bisa menjadi anak yang benci makanan sehingga kekurangan gizi, atau ia jadi kegemukan karena apa saja yang disodorkan kepadanya dimakan.3. Salah satu penyebab obesitas yang berasal dari orang tua adalah empati yang berlebihan.Terdapat konsep bahwa kondisi perut ‘yang ideal’ adalah perut yang selalu kenyang, dan makan yang membawa sejahtera adalah makan yang berlimpah.4. Lepaskan mitos bahwa apa yang dihidangkan di meja makan harus dihabiskan. Lebih percayai nafsu makan, selera makan dan aktivitas sang anak. Kalau seharian ia tidak banyak bergerak, maka tubuhnya juga tidak butuh banyak makan.Ketahui kondisi obyektif anak. Kalau ia sedang marah, maka emosinya itu akan menutup semua nalurinya untuk makan. Redakan dulu kemarahannya, usahakan ia menemukan solusi dari sumber kemarahannya, baru makan.5. Makan adalah a serious business. Jangan membiasakan anak makan sambil main playstation, nonton televisI, dan sebagainya. Dengan fokus hanya pada kegiatan makan, maka ‘alarm’ tubuhnya senantiasa peka memberi tanda kecukupan dari makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Kebiasaan ini juga bisa menghindarkan si anak dari menggunakan makanan untuk menghibur diri di saat stres.
-
16 Agustus 2018 artikel
Lakukan Skrining Rutin Sebelum Kanker Leher Rahim Menghampiri
Meski tidak bergejala, kanker leher rahim stadium awal bisa dideteksi melalui skrining rutin (melakukan pemeriksaan tanpa menunggu munculnya gejala). Beberapa metode skrining kanker leher rahim yang saat ini dikenal, antara lain:1.Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat langsung leher rahim yang telah dioles dengan larutan asam asetat 3-5%. Dalam waktu 10 menit, bila hasil olesan tersebut menunjukkan adanya perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan di sel leher rahim. Sayangnya, pemeriksaan ini memiliki sensitivitas dan spesifitas yang rendah.2. Pemeriksaan Sitologi (Pap Smear)Pemeriksaan untuk melihat adanya perubahan morfologi (bentuk dan fungsi) sel-sel leher rahim dengan teknik pewarnaan papanicolau, kemudian diamati di bawah mikroskop. Bahan pemeriksaan untuk pap smear diambil melalui liang vagina.Terdapat 2 macam jenis pap smear, yaitu Pap Smear Konvensional dan Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC). Bedanya, pada metode SSBC, contoh lendir serviks dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor pengganggu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop. Sehingga hasil pengamatan di bawah mikroskop akan lebih akurat.3. Pemeriksaan HPV-DNAPemeriksaan HPV-DNA adalah pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel-sel yang diambil dari leher rahim. Food Drug and Administration (FDA) menyetujui penggunaan pemeriksaan HPV-DNA bersama-sama dengan pap smear sebagai skrining primer kanker leher rahim pada wanita, terutama pada usia di atas 30 tahun.Siapa yang perlu melakukan skrining?Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan skrining kanker leher rahim secara rutin, yaitu:Jika Anda berusia < 21 tahun: skrining dengan pap smear dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.Jika Anda berusia antara 21-30 tahun: skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.Jika Anda berusia antara > 30 tahun: pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara berkala. Wanita berusia > 30 tahun yang telah aktif secara seksual berisiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap dan hal ini berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim. Skrining kanker leher rahim pun masih diperlukan pada kondisi-kondisi khusus seperti:A.Wanita yang telah diangkat rahimnyaJika sebelum rahim diangkat, pasien memiliki hasil pap smear abnormal (High-grade Squamous Intraepithelial Lesion/HSIL), ada riwayat lesi pra kanker (Cervical Intraepithelial Neoplasia/CIN) 2/3) atau belum pernah melakukan pemeriksaan pap smear, maka pemeriksaan dilakukan setiap tahun. Bila selama 3 tahun berturut-turut hasilnya negatif, maka setelah itu skrining bisa dihentikan.Jika sebelum rahim diangkat tidak memiliki riwayat pemeriksaan pap smear maupun HPV-DNA abnormal, skrining tidak perlu dilakukan. B. Wanita yang sudah divaksinasiPada kondisi pasca vaksinasi, skrining secara rutin tetap diperlukan karena:Vaksin yang tersedia saat ini tidak memberikan perlindungan terhadap keseluruhan jenis HPV tipe risiko tinggi (hanya tipe 16 dan 18),Perlindungan vaksin tidak akan sempurna jika tidak menerima vaksin yang lengkap, dan-Vaksin tidak memberikan perlindungan sempurna kepada pasien yang sudah terinfeksi HPV tipe 16 dan 18.
-
15 Agustus 2018 artikel
Panduan Sebelum Pap Smear Agar Hasil Lebih Akurat
Kunci dari upaya penyembuhan semua jenis penyakit kanker, adalah pendeteksian dini. "Untuk kanker serviks pendeteksian itu dilakukan dengan pap smear" , kata Dr. M Farid Aziz DSOG, dokter kandungan yang berspesialisasi pada bidang ilmu penyakit ini kepada suatu media di Jakarta (Kompas, 13 Mei 2017). Tes pap smear adalah upaya pengambilan cairan contoh lendir vagina untuk diteliti, apakah terlihat kelainan sel di sekitar rahim yang mencurigakan sebagai indikasi kanker leher rahim. Pemeriksaan ini seharusnya dilakukan secara rutin setiap tahun oleh setiap wanita yang aktif secara seksual. Sebelum melakukan Pap Smear, ikuti beberapa panduan berikut agar hasil Anda lebih akurat: - Waktu terbaik pengambilan lendir serviks adalah dua minggu setelah hari pertama mendapat haid, agar dinding serviks benar-benar bersih dari bercak darah. - Jangan menggunakan pembasuh atau sabun antiseptik di sekitar vagina selama 72 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks. - Sebaiknya, tidak melakukan hubungan seksual selama 48 jam sebelum pengambilan contoh lendir serviks. - Saat pengambilan lendir, usahakan agar otot-otot vagina dalam kondisi santai (rileks), agar lendir dapat terambil dalam jumlah yang cukup. - Laporkan jika Anda menggunakan pil KB atau preparat hormon wanita lainnya. - Perhatikan adanya kelainan di sekitar vagina, apakah ada gatal, keputihan, dan kondisi lain yang mencurigakan. Perawatan yang Dapat Dilakukan Jalani pap smear secara teratur. Faktor risiko paling besar bagi kanker serviks ganas adalah pap smear yang tidak teratur. Umumnya pakar menyarankan agar mulai menjalani pap smear segera setelah aktif secara seksual. Tetaplah dengan satu pasangan. Semakin banyak ganti-ganti pasangan seks akan semakin tinggi pula risiko kena kanker serviks. Begitu pula, walaupun Anda setia dengan satu pasangan saja, tetapi suami Anda suka berhubungan dengan banyak wanita, risiko akan sama tingginya. Tunggulah sampai Anda cukup umur untuk melakukan hubungan seks. Dalam salah satu kajian terbaru, satu pasangan sebelum berusia 20 tahun akan meningkatkan risiko terpaparnya HPV seorang wanita 3 kali lipat, dan bila mempunyai 3 atau lebih pasangan seks, risikonya meningkat menjadi 10 kali lipat. Gunakan metode pelindung dari paparan virus HPV. Kondom dan diafragma dapat melindungi serviks saat berhubungan seks dari sejumlah bahan yang dapat menimbulkan iritasi, termasuk ikut menempelnya virus HPV. Matikan rokok Anda, dan jika suami Anda perokok, anjurkan untuk berhenti. Nikotin dan bahan-bahan kimia lain dari asap rokok akan terkonsentrasi di dalam cairan leher rahim, sehingga menurunkan kemampuan perlindungan dirinya dari infeksi. Makanlah dengan pola seimbang yang lebih baik. Asupan vitamin E, vitamin C, betakaroten, dan asam folat dalam jumlah memadai dari makanan yang dikonsumsi, atau suplemen, dapat melindungi dari kanker serviks. Selama bulan Agustus hingga Desember 2018, Prodia bekerja sama dengan BPJS kesehatan mengadakan program pemeriksaan pap smear tanpa dikenakan biaya. Informasi lebih lanjut, klik di sini.
-
04 Juli 2018 artikel
Perhatikan faktor risiko penyebab kolesterol tinggi
Gangguan kolesterol tinggi datang tanpa gejala, sehingga usaha pencegahan sejak dini harus dilakukan agar kita dapat menikmati hidup lebih lama. Beberapa dari faktor risiko yang perlu diperhatikan tetapi tidak dapat dikontrol, yaitu usia, jenis kelamin dan genetik, tetapi banyak faktor risiko lain yang sebenarnya dapat dikontrol:Usia dan Jenis KelaminKadar kolesterol anak-anak pada masa pertumbuhannya sampai usia puber biasanya meningkat drastis sampe level tertentu untuk turun kembali ke normal. Setelah itu, pada usia dewasa akan meningkat kembali karena adanya gangguan keseimbangan pada fungsi metabolisme tubuhnya atau asupan berlebihan dari makanan.Anak-anak yang memiliki kadar kolesterol abnormal, karena mengalami gangguan metabolik, misalnya pada anak obesitas, nantinya di usia dewasa berisiko mengalami penyakit jantung.Pada usia puber, pria cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi, karena kadar HDL-nya lebih rendah. Dibandingkan wanita yang terlindungi oleh hormon estrogen yang berkontribusi menjaga level HDL tetap tinggi. Namun, setelah menopause, wanita kehilangan hormon estrogen, sehingga kadar HDL turun dan saat bersamaan kadar LDL dan trigliserida meningkat, sehingga risiko terkena penyakit jantung sama dengan pria.GenetikFaktor genetik berperan besar dalam menentukan kadar kolesterol darah seseorang, apakah dia itu memiliki kadar HDL rendah, kadar LDL dan trigliserida yang tinggi, atau kadar lipoprotein lainnya yang tinggi. Jika keluarganya mempunyai riwayat hiperkolesterol ada kemungkinan dia juga memiliki kadar kolesterol tinggi, khususnya LDL, sehingga risiko terkena penyakit jantung prematur akan tinggi pula.Anak-anak yang memiliki latar belakang keluarga dengan penyakit jantung prematur tersebut harus menjalani pengujian kadar kolesterol setelah berusia dua tahun.Gaya HidupGaya hidup yang berisiko mengalami kolesterol tinggi adalah mereka yang hidup santai (kurang bergerak) sehingga menjadi gemuk berlebihan (obesitas), yang nampak pada bagian perut yang membuncit.Untuk itu kontrollah dengan melakukan olahraga secara teratur. Kebiasaan lain yang buruk, seperti merokok harus dihindari, karena rokok mengurangi kadar kolesterol baik dan membantu terjadinya penumpukan lemak di dinding pembuluh darah arteri jantung. Juga hindari alkohol yang dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.Pola MakanPola makan yang banyak mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans adalah penyebab utama terjadinya peningkatan kadar kolesterol di dalam darah, terutama LDL. Imbangilah dengan makanan kaya serat yang membantu menghalangi penyerapan lemak tersebut di usus.Selain itu, kurangi pula makanan yang banyak mengandung karbohidrat, karena gula berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida.
-
02 Mei 2018 artikel
Pengambilan Darah yang Aman dan Nyaman, tanpa Rasa Takut
Praktek pengambilan darah atau disebut juga dengan istilah flebotomi telah dilakukan berabad-abad dan masih merupakan prosedur invasive (tindakan medis yang melibatkan memasukkan alat ke bagian tubuh dengan cara merusak jaringan seperti ditusuk) yang paling umum dilakukan.Memahami kekhawatiran dan keengganan kebanyakan pasien untuk diambil darah, dan menyadari bahwa tahap pengambilan darah merupakan tahap kritis yang menentukan kualitas sampel, maka setiap laboratorium klinik harus menyusun prosedur flebotomi.Selain ketakutan terhadap jarum suntik, ada beberapa hal yang umumnya membuat seseorang enggan untuk diambil darah, seperti:ketakutan terinfeksi penyakit akibat penggunaan jarum bekasketakutan akan rasa sakitketakutan melihat darahkecurigaan bahwa sampelnya mungkin tertukar dengan yang lain Sesuai dengan misi Prodia “Untuk Diagnosa Lebih Baik” dan komitmen untuk melayani dengan sepenuh hati maka Prodia menempatkan proses flebotomi sebagai proses yang sangat penting dan kritis, yang harus mendapatkan perhatian serius. Apalagi data dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesalahan/error yang terjadi di labratorium, penyebab terbesarnya (68%) terjadi pada tahap preanalitik, diantaranya pada proses flebotomi. Oleh karena itu, Prodia menyusun prosedur flebototomi sesuai ketentuan CLSI (Clinical Laboratory Standard Institute) dan melakukan sejumlah evaluasi yang dibuat khusus untuk memantau dan memastikan agar tahapan tersebut berjalan dengan baik dan aman, baik bagi pasien maupun petugas.
-
02 Mei 2018 artikel
Kenali Lemak dan Bahaya Kolesterol
Kolesterol tidak dapat larut dalam darah sehingga membutuhkan "carrier" atau protein pembawa yang membawa kolesterol ke seluruh tubuh. Protein pembawa disebut apolipoprotein / apoprotein (apo). Kesatuan antara kolesterol dan apolipoprotein itu dikenal sebagai lipoprotein dan lipoprotein yang paling banyak dikenal yaitu LDL dan HDL. LDL (Low Density Lipoprotein) LDL seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL. Kadar LDL yang tinggi meningkatkan risiko Anda terhadap kejadian penyakit jantung. HDL (High Density Lipoprotein) HDL seringkali disebut sebagai "koleterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Kadar HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi Anda terhadap kejadian penyakit jantung. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah akan menyebabkan kolesterol tersebut menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau stroke jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak. Trigliserida Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan, maka kadar trigliserida akan meningkat. Peningkatan kadar trigliserida dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kombinasi antara peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah, kelebihan lemak di sekitar perut (obesitas sentral), kadar HDL yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi. Sindrom metabolik akan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
-
02 Mei 2018 artikel
Beda Pemeriksaan, Beda Waktu Ambil Hasilnya
Di Laboratorium Klinik Prodia, waktu selesai hasil pemeriksaan dikenal dengan sebutan Waktu Selesai Hasil Pemeriksaan (WSHP). WSHP di Prodia juga bergantung kepada jenis tes dan jenis alat yang digunakan untuk mengerjakan sampel pemeriksaan. Waktu selesai hasil memiliki perhatian tersendiri di Prodia karena kecepatan penerimaan hasil menentukan kecepatan penanganan lanjutan pasien. Waktu selesai hasil pemeriksaan sangat bergantung dari jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh pasien. Oleh karena itu ada hasil pemeriksaan yang dapat selesai hanya beberapa jam saja dan ada pula hasil pemeriksaan yang dapat diambil beberapa hari pasca pemeriksaan. Proses WSHP di Prodia Pasien datang ke Prodia untuk melakukan pemeriksaan laboratorium atau non laboratorium Dilakukan identifikasi oleh petugas pelayanan terkait jenis pemeriksaan yang akan dilakukan, apakah dapat diambil sampel atau tidak. Sampel diserahkan ke bagian distribusi sampel, kemudian dilakukan pengecekan identitas dan persyaratan kondisi sampel, selanjutnya dilakukan setrifugasi dan aliquoting. Petugas laboratorium akan menyerahkan sampel ke bagian teknis untuk dikerjakan. Setelah ada hasil maka dilakukan validasi bertingkat, mulai dari analis kemudian dilanjutkan oleh supervisor laboratorium. Validasi akhir yang dilakukan oleh Quality Validator dan Dokter Penanggung Jawab. Setelah validasi akhir, maka hasil dicetak dalam bentuk HPsL dan diserahkan kepada Bagian Pelayanan. Validasi Hasil Pemeriksaan Ketika hasil pemeriksaan dikeluarkan, maka hasil tidak langsung diberikan kepada pasien, karena akan dilakukan validasi terlebih dahulu. Proses validasi ini bertujuan untuk memastikan kembali kesesuaian hasil dengan riwayat pasien sehingga tidak terdapat kejanggalan atau bahkan kekeliruan terhadap hasil pemeriksaan. Tahapan validasi sendiri di bagi menjadi tahap validasi pre-analitik, validasi analitik, dan validasi post-analitik. Validasi preanalitik dilakukan untuk memastikan apakah ada kemungkinan kesalahan sampel, jenis sampel, volume, waktu pengambilan, terapi, atau gejala klinis. Validasi analitik dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pemeriksaan akurat dengan memerhatikan metode pemeriksaan, interfensi, linieritas, dan nilai rujukan. Apakah hasil yang telah keluar perlu melakukan pemeriksaan ulang. Validasi post-analitik dilakukan untuk memastikan korelasi hasil laboratorium secara keseluruhan, dikaitkan dengan kondisi klinis pasien. Pada tahap ini selain dilakukan validasi oleh quality validator juga melibatkan dokter penanggung jawab. Pastikan waktu pengambilan hasil kita sesuai dengan yang dijanjikan, agar penanganan lebih lanjut dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
-
02 Mei 2018 artikel
Mengapa Bisa Kena Serangan Jantung Meski Kolesterol Normal?
Serangan jantung merupakan suatu kondisi jantung tidak dapat berfungsi setelah otot penggeraknya rusak akibat kekurangan pasokan oksigen. Penyebab utamanya adalah aterosklerosis (atherosclerosis), merupakan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah, yang menyebabkan darah pembawa oksigen terhambat sampai ke jaringan sel otot jantung. Salah satu penyebab terjadinya aterosklerosis yaitu kadar kolesterol darah yang tinggi, sehingga terjadi penumpukkan pada dinding pembuluh darah yang berlangsung lama menjadi gumpalan keras atau plak, yang terbentuk bersama kalsium dan sampah hasil metabolisme tubuh. Tetapi terdapat pula kasus pasien yang dari pemeriksaan sebelumnya memiliki kadar kolesterol normal, ternyata juga mengalami serangan jantung tiba-tiba yang berakibat fatal. Setelah ditelusuri, pasien tersebut memang memiliki kadar kolesterol normal, tetapi banyak ditemukan yang ukurannya kecil tapi padat atau yang disebut small dense, LDL (Low Density Lipoprotein) jenis yang lebih berbahaya sebagai penyebab terjadinya aterosklerosis. LDL itu sendiri terdapat dalam beberapa bentuk, yang dibedakan dari ukuran diameter partikelnya, small dense itulah yang paling berbahaya. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol darah yang menjadi prosedur standar untuk memperkirakan risiko terjadinya serangan jantung, perlu dilengkapi dengan pemeriksaan lanjut mengenai kondisi LDL yang berperan dalam pembentukan aterosklerosis tersebut. Ambang batas toleransi LDL yang dianggap aman berada pada kisaran 130-160 mg/dl. Namun dari penelitian lebih lanjut, ternyata LDL yang bahaya adalah yang berukuran kecil (small dense), kurang dari 25,5 nm, karena mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah (intima). Small dense LDL yang terperangkap itu mudah teroksidasi oleh senyawa radikal bebas menjadi LDL teroksidasi (oxidized LDL), membentuk 'sel busa' yang mengembung di dinding pembuluh darah. Ditambah zat lain yang terbawa aliran darah dan menyangkut pada sel busa tersebut akan terbentuk plak, suatu adonan keras yang mengganjal di pembuluh darah. Small Dense LDL terbentuk bila kadar trigliserida dalam darah memiliki jumlah tinggi (hipertrigliseridemia). Small Dense LDL mengalami oksidasi tahap awal menjadi oxidized LDL, yang menyebabkan monosit (salah satu jenis sel darah putih) masuk ke dalam lapisan dinding pembuluh darah sebagai makrofag untuk membersihkan oxidized LDL. Namun, oxidized LDL yang mengalami oksidasi tahap lanjut menyebabkan makrofag berubah menjadi sel busa, yang akan merangsang sel otot polos berpindah ke lapisan dinding pembuluh darah. Sel otot polos ini akan membelah untuk memperbanyak diri dengan akibat terbentuknya plak ateroma yaitu benjolan pada dinding pembuluh darah yang berisi lemak (kolesterol LDL), sel busa, sel otot polos, dan lainnya. Plak ateroma inilah yang menyebabkan saluran pembuluh darah tersumbat.
-
02 Mei 2018 artikel
Cegah Gagal Ginjal dengan Albumin Urine Kuantitatif
Salah satu komplikasi diabetes adalah terjadinya kerusakan ginjal atau disebut nefropati diabetik, yang dapat menyebabkan gagal ginjal terminal sehingga penderita perlu menjalani cuci darah (hemodialisa) atau cangkok ginjal.Nefropati diabetik, ditandai dengan kerusakan glomerulus ginjal, yaitu bagian ginjal yang berfungsi sebagai alat penyaring. Gangguan pada glomerulus ginjal dapat menyebabkan lolosnya albumin (salah satu jenis protein) ke dalam urine (kencing). Karena itu, adanya albumin di dalam urin (disebut albuminuria) merupakan penanda terjadinya nefropati diabetik.Deteksi Dini Gangguan GinjalTahap paling awal terjadinya nefropati diabetik ditandai dengan mikroalbuminuria, yaitu ditemukannya sejumlah kecil protein albumin di dalam urine. Mikroalbuminuria merupakan penanda adanya gangguan pada glomerulus ginjal stadium dini, dimana gangguan ginjal masih dapat diobati. Sementara, bila telah terjadi gagal ginjal, pengobatan sulit dilakukan. Selain itu, mikroalbuminuria ini juga dapat mempertinggi risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler.Jadi, dengan mendeteksi terjadinya mikroalbuminuria maka dapat dideteksi dini terjadinya nefropati diabetik dan dapat memperkirakan risiko penyakit kardiovaskuler. Diabetisi yang mengalami mikroalbuminuria menetap akan berisiko mengalami kerusakan ginjal serius (50% pasien cuci darah adalah penderita diabetes melitus). Oleh karena itu, mengetahui lebih dini adanya mikroalbuminuria merupakan langkah awal yang baik dalam usaha untuk mempertahankan fungsi ginjal dan menghambar penurunan fungsi ginjal lebih lanjut.Pemeriksaan Albumin Urine KuantitatifUntuk mendeteksi mikroalbuminuria, dapat dilakukan dengan pemeriksaan albumin urine kuantitatif, dengan bahan pemeriksaan berupa urine (air kencing). Untuk pemeriksaan ini diperlukan urine yang ditampung selama 24 jam, atau bila tidak memungkinkan dapat digunakan urine yang ditampung dalam selang waktu tertentu (misalnya 4 jam atau semalam) atau urine yang diambil sewaktu (namun hasil pemeriksaan harus dikoreksi terhadap nilai kreatinin).Hasil pemeriksaan albumin urin kuantitatif dapat dikategorikan normal, mikroalbuminuria atau albuminuria (=makroalbuminuria) sesuai dengan kriteri berikut ini :- Dikatakan normal apabila Urine 24 jam (mg/24 jam) < 30, Urine dalam waktu tertentu (mg/menit) < 20, urine sewaktu (mg/mg kreatinin) < 30- Dikatakan Mikroalbuminura apabila Urine 24 jam (mg/24 jam) 30-299, Urine dalam waktu tertentu (mg/menit) 20-199, Urine sewaktu (mg/mg kreatinin) 30-299- Dikatakan Makroalbuminuria apabila Urine lebih besar atau sama dengan 300, Urine dalam waktu tertentu (mg/menit) lebih besar atau sama dengan 200, Urine sewaktu (mg/mg kreatinin) lebih besar atau sama dengan 300.Kapan perlu pemeriksaan albumin urine kuantitatif?- Bagi penyandang diabetes melitus tipe 1, pemeriksaan albumin urin kuantitatif dianjurkan diperiksa pada masa pubertas atau setelah 5 tahun didiagnosis diabetes.- Bagi penyandang diabetes melitus tipe 2, pemeriksaan albumin urin kuantitatif dilakukan sebagai pemeriksaan awal segera setelah didiagnosis diabetes dan secara periodik setahun sekali atau sesuai petunjuk dokter.Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Kontak Prodia 1500 830 atau kunjungi langsung cabang Prodia terdekat Anda.
- Hasil tidak ditemukan.
- Hasil tidak ditemukan.