Hasil Pencarian

Hasil pencarian dari ""


  • 25 Februari 2025 promo

    Are Your Kidney OK? (World Kidney Day 2025)

    Deteksi dini, lindungi kesehatan ginjal! Manfaatkan harga spesial pemeriksaan ginjal.

  • 24 Februari 2025 artikel

    Berkontribusi dalam Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia gelar Seminar Dokter Nasional

    Jakarta, 22 Februari 2024 – Dalam upaya mendukung pengelolaan penyakit kronis yang dicanangkan oleh Pemerintah, Prodia sebagai penyedia layanan laboratorium klinik terkemuka di Indonesia menggelar Roadshow Seminar Dokter Nasional 2025 di 11 kota besar di Indonesia. Mengusung tema "Breaking Barriers, Building Health: The Science of Chronic Disease", seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkini kepada para klinisi mengenai manajemen penyakit kronis, seperti obesitas, gangguan ginjal, gangguan jantung, hipertensi serta diabetes melitus.Data menunjukkan bahwa prevalensi Hipertensi diperkirakan meningkat hingga 29% dari populasi dewasa global pada tahun 2025. Hipertensi sendiri merupakan faktor risiko utama yang berkontribusi pada kerusakan organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, retina, pembuluh darah besar (aorta), dan pembuluh darah perifer.Sementara itu, Diabetes Mellitus juga menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Prevalensi Diabetes di tahun 2024 diperkirakan Indonesia memiliki lebih dari 20 juta penderita Diabetes Mellitus yang menjadikan Indonesia termasuk dalam lima besar dunia dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia. Penyakit ini sering kali dikaitkan dengan Hipertensi, yang meningkatkan risiko stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, dan kerusakan ginjal.“Penyakit kronis merupakan salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan saat ini. Oleh karena itu, kami di Prodia berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dokter dan para tenaga medis mengenai pentingnya skrining, deteksi dini, pengelolaan, dan pemantauan penyakit kronis secara holistik,” ujar Matthew Justyn, Routine Product Manager Prodia.Berdasarkan data WHO, lebih dari 17 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit jantung. Faktor gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang, dan kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi penyakit jantung di Indonesia. Oleh sebab itu, edukasi kepada tenaga medis dan masyarakat menjadi aspek krusial dalam pencegahan dan penanganan penyakit ini.Melalui seminar nasional ini, Prodia menghadirkan berbagai pakar di bidang kesehatan untuk membahas perkembangan terkini dalam manajemen penyakit kronis. Seminar ini juga menjadi wadah diskusi bagi para dokter dalam menghadapi tantangan di lapangan serta memberikan wawasan baru mengenai inovasi dalam pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini, penanganan, serta pemantauan penyakit kronis secara personal dan holistik.Kota Jakarta menjadi tuan rumah pertama dari seminar nasional dengan menghadirkan dr. Johanes Purwoto, SpPD-KEMD, FINASIM sebagai moderator, serta Prof. Sidartawan Soegondo,MD, PhD, DTM&H, FINASIM, FACE dan dr. Ida Gunawan, Ms, Sp. G.K, Subsp. K. M., FINEM sebagai pemateri. Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung efektivitas pengelolaan penyakit kronis di Indonesia.*****Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.idReskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk Ph.       +62-21-3144182 ext 3762Email    reskia.dwi@prodia.co.id  

  • 21 Februari 2025 artikel

    Prodia Wujudkan Sustainability for Healthy Community melalui Pemberian Pemeriksaan Whole Exome Sequencing (WES) Gratis untuk Komunitas Penyakit Langka

    Jakarta, 21 Februari 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) kembali melanjutkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung komunitas Orang Dengan Penyakit Langka (Odalangka) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah dimulai sejak tahun 2019 dengan bekerja sama dengan Indonesia Rare Disorders (IRD). Kali ini, Prodia menghadirkan pemeriksaan genetik berbasis Whole Exome Sequencing (WES), sebuah inovasi terbaru dalam dunia medis yang memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan mendalam untuk Odalangka. Teknologi WES ini bertujuan memberikan hasil yang lebih lengkap, mendeteksi kelainan genetik hingga ke tingkat gen, dan mempercepat perawatan personal yang lebih tepat. Kegiatan CSR ini dihadiri oleh Dewi Muliaty selaku Direktur Utama Prodia, dan sejumlah jajaran Direksi serta Komisaris Prodia, Prof. dr. Sultana Muhammad Hussein Faradz, PAK., Ph.D selaku pakar genetika medis, Yola Tsagia selaku ketua IRD, bersama para peserta CSR IRD yang hadir baik melalui online maupun tatap muka. Adapun acara ini dibuka secara simbolis pada hari Jumat, 21 Februari 2025 di Auditorium Prodia Tower, Jakarta.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyatakan bahwa program CSR ini adalah bagian dari komitmen Prodia untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan. “Melalui evaluasi hasil program sebelumnya, kami menyadari pentingnya pemeriksaan yang lebih mendalam hingga tingkat genetik untuk mendukung diagnosis yang lebih presisi, yang akhirnya dapat memberikan perawatan yang lebih personal dan efektif,” tuturnya. Dewi menambahkan, diharapkan teknologi WES ini dapat memperkuat hasil pemeriksaan dan memberikan diagnosis yang lebih komprehensif bagi Odalangka.Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Yudhi Pramono, M.A.R.S., dalam keynote speechnya memberikan apresiasi atas inisiatif Prodia dalam membantu memperluas akses layanan diagnostik yang inovatif. Beliau mendorong Prodia untuk terus menjadi salah satu contoh bagi layanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menyediakan akses yang setara bagi semua lapisan masyarakat untuk mendukung sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.Saat ini telah teridentifikasi ±8.000 jenis penyakit langka di dunia dan telah mempengaruhi jutaan hidup orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 70% dialami oleh pasien berusia anak-anak dan balita, dan lebih dari 75% kasus penyakit langka berakar dari kelainan genetik. Penyakit langka acapkali mengalami kesalahan diagnosis atau ketidakpastian diagnosis karena spektrum gejala yang ditimbulkan bersifat luas dan sering menyerupai gejala penyakit lain sehingga menyebabkan bias diagnosis.Komitmen Prodia dalam membantu Odalangka melalui CSR ini juga mendapat sambutan positif dari Founder & Komisaris Utama Prodia, Andi Widjaja, “Kami ingin terus memberikan kontribusi dengan menyediakan akses pemeriksaan yang lebih mendalam dan memberikan harapan baru bagi keluarga yang membutuhkan diagnosis yang lebih pasti,” ungkap Andi. Co-founder & Komisaris Prodia, Gunawan P.S , menambahkan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan akses kesehatan yang inklusif, khususnya bagi penyandang penyakit langka.Ketua Perkumpulan Komunitas IRD, Yola Tsagia, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Prodia kepada komunitasnya. “Inisiatif Prodia dengan teknologi WES memberikan harapan selanjutnya bagi Odalangka untuk penegakkan diagnosa yang lebih akurat dan mendalam. CSR ini memiliki peran penting membuka akses pengobatan Odalangka dengan lebih tepat dan terarah demi tercapainya optimalisasi perkembangan Odalangka, khususnya anak-anak.” tuturnya. “Program CSR ini diawali dengan kegiatan seminar edukasi dengan tajuk “Kesetaraan Akses melalui Inovasi Terbaru: Pemeriksaan Whole Exome Sequencing untuk Komunitas Penyandang Penyakit Langka”. Menghadirkan sejumlah narasumber seperti Prof. dr. Sultana Muhammad Hussein Faradz, PAK., Ph.D selaku guru besar di bidang genetika medis, Winny, MSc selaku Molecular Predictive & Diagnostic Lab Head  di Prodia, serta Ibu Yola Tsagia selaku Ketua Komunitas IRD.Marina Eka Amalia, AVP Legal, Investor Relation, & Corporate Secretary Prodia sekaligus sebagai ketua acara CSR mengungkapkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen Prodia dalam mewujudkan pilar keberlanjutan Prodia, Promoting Healthcare Services for All, dengan menghadirkan solusi diagnostik yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan tenaga medis, pakar genetika, dan komunitas, program ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dini, meningkatkan kualitas hidup odalangka, serta memberikan dampak sosial yang lebih luas.Sekitar 30 anak-anak Odalangka yang telah memenuhi kriteria akan mengikuti pemeriksaan WES yang dimulai pada Maret 2025 dengan hasil pemeriksaan dan konseling medis yang dijadwalkan pada September 2025. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa pada tahun 2023, yang menggunakan teknologi Chromosomal Microarray (CMA) untuk 150 anak Odalangka di seluruh Indonesia. Berbeda dengan CMA yang mendeteksi kelainan genetika hingga tingkat kromosom, WES memungkinkan deteksi yang lebih mendalam hingga tingkat gen, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih akurat, terutama untuk kasus dengan hasil "inconclusive" pada teknologi CMA sebelumnya.Sekilas Mengenai Pemeriksaan Whole-Exome (WES)Whole Exome Sequencing adalah pemeriksaan yang menganalisis eksom, yaitu bagian DNA yang mengandung gen yang bertanggung jawab dalam pembentukan protein. Meskipun eksom hanya mencakup sekitar 1-2% dari seluruh genom manusia, bagian ini mengandung sekitar 85% mutasi yang diketahui dapat menyebabkan penyakit. Dengan menganalisis eksom, kita dapat mencari perubahan genetik yang mungkin berkaitan dengan kondisi medis tertentu. Pemeriksaan berbasis teknologi WES dapat direkomendasikan dalam beberapa kondisi, seperti:Seseorang mengalami gejala medis yang tidak diketahui penyebabnya dan diduga berkaitan dengan faktor genetik.Terdapat riwayat penyakit genetik dalam keluarga.Tes konvensional lainnya belum memberikan diagnosis yang jelas. Dengan tes ini, dokter dapat menegakkan diagnosis, menentukan pilihan pengobatan, atau memberikan informasi bagi perencanaan keluarga. Adapun tujuan pemeriksaan berbasis teknologi WES yakni sebagai berikut: 1) Mampu mengidentifikasi perubahan genetik yang terkait dengan kondisi kesehatan tertentu; 2) Memberikan informasi tentang potensi risiko genetik bagi anggota keluarga; serta 3) Membantu dalam perencanaan perawatan yang lebih personal.******Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.id 

  • 21 Februari 2025 artikel

    Prodia Raih Peringkat Pertama Contact Center Service Excellence Award 2025, Pertahankan Standar Mutu Layanan Pelanggan

    Bali, 19 Februari 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) kembali membuktikan konsistensinya dalam mempertahankan kualitas pelayanan pelanggan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2023 melalui tim Kontak Prodia, dengan meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Awards 2025. Pada kesempatan ini, Prodia berhasil menduduki peringkat pertama untuk kategori industri laboratorium dengan perolehan skor index sebesar 95,06 atau mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar 93,746. Dengan pencapaian skor ini, Prodia menorehkan predikat Mostly Happier Customers. Penghargaan diterima secara simbolis oleh Sicillia Dyah Indriasari selaku Branch Manager Prodia cabang Denpasar.          Direktur Digital Service Transformation & IT Prodia, Andri Hidayat, turut mengapresiasi pencapaian penghargaan ini. “Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami dalam mempertahankan mutu pelayanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan melalui Kontak Prodia 1500-830. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berharap hal ini dapat menjadi katalis dan motivasi untuk seluruh tim Kontak Prodia untuk terus memberikan pelayanan pelanggan yang andal, berkualitas, dan professional.” ujar AndriContact Center Service Excellence Awards 2025 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang dilaksanakan setiap tahun oleh Majalah Marketing bersama Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL), sebuah lembaga konsultan ternama di Indonesia yang bertugas memastikan terciptanya customer excellence management pada setiap aspek pelayanan pelanggan di perusahaan-perusahaan penyedia jasa, khususnya layanan contact center. Penilaian untuk penghargaan ini didasarkan pada tiga aspek utama dari customer touch points, yaitu Access, System & Procedure, dan People.  Pada aspek Access, tiga atribut KPI yang diukur meliputi accessibility, availability, dan connection speed. Pada aspek System & Procedure, tiga atribut KPI yang dianalisis adalah system, enjoyment, dan service standard consistency. Sementara itu, aspek People mengukur dua atribut KPI, yaitu soft skill dan hard skill.Sejalan dengan pernyataan Andri, Contact Center Manager Prodia, Risky Agiariza mengungkapkan Kontak Prodia telah menjadi layanan one-stop service yang terpercaya bagi pelanggan dan masyarakat akan kebutuhan informasi mengenai Prodia. “Tentunya sebagai customer touch point, Kontak Prodia hadir untuk menjangkau seluruh pelanggan secara fleksibel dan professional. Sejak diluncurkan pada tahun 2018, Prodia senantiasa mengembangkan dan mengelola kanal komunikasi pelanggan yang cepat dan interaktif, serta mampu menjadi solusi yang menjawab kebutuhan pelanggan untuk memperoleh segala informasi pemeriksaan diagnostik laboratorium dan penanganan pelanggan terbaik.” Ungkap Risky.“Kontak Prodia” merupakan pusat layanan pelanggan Prodia yang dikelola oleh tim Contact Centre  Prodia dan beroperasi 24/7 dalam melayani permintaan informasi, pemesanan pemeriksaan dan penanganan keluhan pelanggan. Dengan mengusung konsep layanan omnichannel, selain melalui Call Centre 1500 830, Kontak Prodia juga dapat dihubungi melalui WhatsApp 0855 1500 830, Telegram @Prodia.id, X @Prodia_Lab, Instagram @Prodia_lab, email info@prodia.co.id dan website www.prodia.co.id, demi memenuhi kenyamanan dan preferensi pelanggan. Pelanggan juga dapat melakukan proses pembayaran layanan yang berlaku untuk semua jenis pemeriksaan rutin dan esoterik, serta layanan Home Service. Kontak Prodia juga dapat diakses menggunakan teknologi chatbot melalui layanan personal assistant virtual bernama TANIA (TANya prodIA). Prodia yakin dengan pengelolaan standar mutu pelayanan pelanggan terbaik, dapat menghadirkan customer experiences serta customer journey yang terpercaya, serta akses pelanggan yang fleksibel kapanpun dan di manapun. Selain itu, Prodia juga berkomitmen untuk mewujudkan Sustainability for Healthy Community, dengan menyediakan layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan untuk mendukung kesehatan masyarakat jangka panjang.***** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.id 

  • 20 Februari 2025 artikel

    Prodia Raih Apresiasi sebagai Kolaborator dalam Transformasi Layanan Kesehatan

    PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) dianugerahi penghargaan oleh GlobalHealth Indonesia dengan predikat ‘Laboratory for Advanced Diagnostic Solutions of The Year’ yang diwakilkan oleh Indri Marya Wulandari selaku AVP of Business Prodia. Apresiasi ini  diberikan dalam acara GlobalHealth Indonesia Summit 2025 yang merupakan hasil kerja sama antara JMM Consulting dan GlobalHealth Asia-Pacific. Acara ini mengusung enam topik utama yang melibatkan lebih dari 120 peserta, termasuk dokter, pelaku industri kesehatan, dan perwakilan pemerintah pada 14-15 Februari 2025 di The Ritz Carlton Bali.Diskusi yang dihadirkan dalam hari pertama konferensi ini mencakup transformasi layanan kesehatan berbasis digital dan teknologi medis mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dalam layanan medis. Serta, hari kedua diskusi difokuskan pada digitalisasi layanan kesehatan dan longevity medicine.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyambut baik inisiatif GlobalHealth Indonesia Summit 2025 dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong transformasi layanan kesehatan. “Transformasi layanan kesehatan di Indonesia mencakup pendidikan, pengajaran, dan penelitian. Kita tidak hanya bisa berpikir di permukaan, tetapi kita juga harus berpikir tentang pendidikan, pengajaran, dan penelitian. Semua itu harus kita lakukan dalam transformasi rumah sakit,” kata Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, Sunarto  dalam diskusi Global Health Indonesia Summit, Conference & Awards, Minggu (16/2).GlobalHealth Indonesia Summit 2025 telah menegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintah, rumah sakit, maupun sektor teknologi, adalah kunci dalam mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Dengan inovasi dan kemitraan yang terus berkembang, Indonesia semakin siap untuk menghadapi tantangan di dunia medis dan meningkatkan standar layanan kesehatan menuju tingkat global.Indonesia memiliki potensi besar di sektor kesehatan, terutama dalam kemitraan antara rumah sakit internasional dan domestik, di mana Bali berkembang sebagai destinasi wisata medis. Prodia memiliki empat cabang di Bali dan sekitarnya, yaitu; Prodia Health Care Renon Denpasar, Prodia Gianyar, Prodia Tabanan, dan Prodia Singaraja yang dapat mendukung transformasi layanan kesehatan masa depan. Secara nasional, Prodia telah mengembangkan layanan laboratorium, non-laboratorium, dan klinik. Hingga 2025, Prodia telah memiliki 62% cabang berizin klinik yang tersebar di seluruh Indonesia.

  • 04 Februari 2025 artikel

    Fokus Tingkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan bagi Pelanggan, Prodia Transformasi Layanan Klinik Utama Cabang Purwokerto

    Purwokerto, 4 Februari 2025 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) meresmikan Klinik Utama Prodia Purwokerto yang berlokasi di Jl. S. Parman 84B, Purwokerto, Jawa Tengah. Melalui peresmian ini, Prodia kini hadirkan Klinik Utama yang menyediakan fasilitas layanan klinik dan laboratorium, serta pemeriksaan penunjang yang lebih komprehensif untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya. Peresmian ini merupakan relokasi cabang Prodia Purwokerto yang sebelumnya terletak di Jl. S. Parman No. 946A, Purwokerto. Di mana, Prodia Purwokerto merupakan cabang Prodia ke-22 yang telah hadir sejak 1990.Peresmian ini dihadiri oleh Sadewo Tri Lastiono selaku Bupati Banyumas terpilih, dan dr. Widyana Grehastuti, Sp.O.G, M.Si.Med selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Turut hadir dalam peresmian ini Andi Widjaja, Ph.D., MBA. selaku Founder & Komisaris Utama Prodia, bersama Drs. Gunawan Prawiro Soeharto selaku Co-founder & Komisaris Prodia serta jajaran Direksi Prodia yang diwakili oleh Dr. Dewi Muliaty, M.Si. selaku Direktur Utama Prodia, Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si., selaku Direktur Business & Marketing Prodia, Liana Kuswandi, dan Maria Diah Fibriani selaku Regional Head Central Java Region, segenap tamu undangan dari mitra strategis, sejumlah pejabat pemerintah, hingga pelanggan.Bupati Banyumas terpilih, Sadewo Tri Lastiono, , mengapresiasi upaya Prodia yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanannya. Beliau berharap dengan standar mutu yang dihadirkan Prodia, dapat mendorong peningkatan kesadaran gaya hidup sehat serta taraf kualitas kesehatan masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengungkapkan harapannya atas transformasi Klinik Utama Prodia Purwokerto. ‘’Transformasi layanan Klinik Utama Prodia Purwokerto dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada para pelanggan dengan layanan yang lebih lengkap dan nyaman. Diharapkan dengan hadirnya Klinik Utama Prodia Purwokerto, dapat menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Purwokerto, khususnya layanan diagnostik kesehatan berstandar global yang semakin mudah dijangkau. Selain itu, transformasi ini juga sejalan dengan komitmen Prodia terhadap Sustainability for Healthy Community, dengan menghadirkan layanan yang mendukung keberlanjutan kesehatan masyarakat, baik dari segi kualitas pelayanan maupun dampak positif terhadap lingkungan dan gaya hidup sehat."Klinik Utama Prodia Purwokerto kini menyediakan layanan one-stop service yang mencakup layanan pemeriksaan laboratorium, non-laboratorium, dan Klinik Utama. Kehadiran Klinik Utama Prodia Purwokerto merupakan salah satu upaya Prodia untuk membangun paradigma kesehatan yang berkualitas sekaligus memenuhi harapan pelanggan akan kemudahan akses fasilitas kesehatan. Selain itu, Prodia berfokus pada pendekatan promotif dan preventif guna menciptakan pengalaman pelanggan yang unggul. Selain layanan laboratorium, Klinik Utama Prodia Purwokerto juga didukung dengan adanya layanan non laboratorium yang semakin lengkap seperti radiologi, elektrokardiologi (EKG), audiometri, dan treadmill. Klinik Utama Prodia Purwokerto juga melayani vaksinasi untuk semua jenis vaksin, konsultasi Dokter Umum dan konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik Utama.Pada kesempatan yang sama, Maria Diah Fibriani selaku Regional Head Central Java Region, menambahkan “Klinik Utama Prodia Purwokerto beroperasi setiap hari dengan jam operasional yang berlaku pada hari Senin-Jumat mulai pukul 06.30-20.00 WIB dan hari Sabtu mulai pukul 06.30-17.00. Langkah transformasi ini juga merupakan komitmen Prodia untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kelengkapan pemeriksaan penunjang personalized medicine, sekaligus mewujudkan komunitas yang lebih sehat secara berkelanjutan.” Ujarnya selepas acara peresmian. Sebelumnya, pada tanggal 23 Desember 2025 (23/12) Prodia telah mengadakan soft opening dan mulai beroperasi untuk melayani masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.***** Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional. Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.Hingga 30 September 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 341 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).     Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate SecretaryPT Prodia Widyahusada Tbk.Ph.       +62-21-3144182 ext 3816Email     corporate.secretary@prodia.co.idReskia Dwi LestariMarketing Communication ManagerPT Prodia Widyahusada Tbk Ph.       +62-21-3144182 ext 3762Email    reskia.dwi@prodia.co.id 

  • 24 Januari 2025 promo

    Ayo Lakukan Check Up dan Skrining Kanker

    Deteksi dini dapat menyelamatkan hidup Anda. Manfaatkan harga spesial selama Februari 2025.

  • 15 Januari 2025 artikel

    Prodia Kembali Hadirkan Inovasi: Smart Report 2.0 dan Fitur Terbaru Health Plan, Berikan Pengalaman Kesehatan yang Lebih Personal dan Holistik dalam Satu Aplikasi

    Jakarta, 15 Januari 2025 - Pionir layanan kesehatan diagnostik di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA), bersama anak usahanya PT Prodia Digital Indonesia (PRDI), kembali meluncurkan inovasi terbaru dengan memperkenalkan Smart Report 2.0 dan fitur terbaru Health Plan pada aplikasi U by Prodia. Kedua inovasi ini menjadi langkah strategis Prodia untuk memperkuat komitmennya sebagai Next Generation Healthcare Provider. Dengan kedua inovasi ini, Prodia menyediakan layanan kesehatan yang lebih personal, informatif, dan mudah diakses oleh pelanggan hanya dalam satu aplikasi.Dalam Konferensi Pers yang diadakan di Hotel Borobudur (15/01), Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty, menyampaikan "Kami percaya bahwa kesehatan yang optimal dimulai dari pemahaman yang baik atas kondisi tubuh. Untuk itu, kami menghadirkan Smart Report 2.0 yang memberikan hasil pemeriksaan kesehatan yang lebih holistik, sehingga pelanggan dapat lebih mengenal kondisi kesehatan tubuhnya. Lebih dari sekedar penyajian angka-angka, dengan mengintegrasikan teknologi dan literatur medis terpercaya, Smart Report 2.0 memberikan pengalaman pelanggan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai kondisi kesehatan mereka, disertai dengan rekomendasi yang terpersonalisasi dan mudah dipahami. Selain itu, kami juga menghadirkan fitur Health Plan yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kesehatan, memberikan rekomendasi pola makan dan program olahraga yang relevan untuk membantu kondisi kesehatan pelanggan", ujar Dewi.Smart Report 2.0 menyajikan laporan kesehatan yang lebih menarik dan mudah dipahami, dilengkapi dengan infografis, analisis mendalam, serta penjelasan singkat mengenai pemeriksaan, hasil, nilai rujukan, indikasi, gejala, dan rekomendasi kesehatan yang dipersonalisasi sesuai kondisi pelanggan. Laporan ini membantu pengguna memahami kondisi kesehatan secara menyeluruh.Sementara itu, Health Plan pada aplikasi U by Prodia memungkinkan pengguna mendapatkan rencana pola makan dan olahraga yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kesehatan. Fitur ini menyediakan akses bagi pengguna untuk berkonsultasi secara daring dengan dokter spesialis dan ahli gizi bersertifikat. Pengguna juga dapat memantau perkembangan health plan melalui plan diary, serta mendapatkan rencana kesehatan yang terarah. Semua fitur ini tersedia dalam satu aplikasi yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Prodia Digital Indonesia, Liana Kuswandi, menjelaskan, "U by Prodia mencerminkan komitmen Prodia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang personal dan informatif. Fitur Health Plan di aplikasi U by Prodia merupakan manifestasi jawaban kami untuk kebutuhan tersebut, yang telah dirancang sebagai solusi kesehatan yang komprehensif dan efisien bagi pelanggan dalam menerapkan pola gaya hidup sehat lebih optimal. Dengan kemudahan yang ditawarkan, pengguna dapat mengakses dan memonitor rencana kesehatannya yang berisi pola makan dan pola olahraga secara real-time. Penyusunan rencana kesehatan ini mengacu pada hasil pemeriksaan laboratorium serta profil kesehatan tubuh pengguna aplikasi, untuk kemudian disesuaikan dan diterapkan pada pola gaya hidup dalam mencapai tujuan kesehatan & wellness", papar Liana.Kehadiran Smart Report 2.0 dan fitur Health Plan pada aplikasi U by Prodia merupakan komitmen Prodia sebagai mitra terpercaya dalam menghadirkan one-stop health & wellness solution bagi masyarakat Indonesia dengan layanan yang lengkap, informatif, dan berbasis teknologi. Dengan konsep "U" dalam U by Prodia, yang melambangkan "You" dan "Unique", mencerminkan keyakinan Prodia bahwa setiap individu memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda-beda dan unik sehingga U by Prodia hadir dengan solusi yang dipersonalisasi."Smart Report 2.0 dan Health Plan merupakan terobosan yang sangat membantu pengguna dalam memberikan pengalaman baru untuk memahami kesehatan secara personal. Saya sebagai tenaga kesehatan merasa sangat terbantu sehingga mempermudah saya dalam memberikan rekomendasi dan arahan kepada pasien,” ungkap dr. Ida Gunawan, MS SpGK(K), Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan.dr. Ida Gunawan, MS SpGK(K) juga menambahkan, “Penting bagi setiap dari kita untuk mengatur pola makan dan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh agar efektif mencapai kondisi kesehatan prima. Health Plan dapat membantu pengguna menjalankan hidup sehat yang sesuai kebutuhan dari manapun dan kapanpun.”“Prodia percaya bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang, karenanya menjadi penting bagaimana kita mengelola kesehatan (health management). Prodia akan terus berinovasi untuk memastikan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tutup Dewi mengakhiri acara Konferensi Pers siang itu. Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Seluruh cabang Prodia telah mendapatkan akreditasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya dari College of American Pathologist (CAP), sebuah Lembaga profesi bidang laboratorium kesehatan di Amerika Serikat yang mendapatkan pengakuan internasional – selama 10 tahun berturut-turut. Dengan Akreditasi CAP ini, kualitas standar suatu Laboratorium klinik dinilai berdasarkan acuan Internasional, karenanya hasil Prodia dapat dipergunakan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mancanegara. Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun. Hingga 31 Desember 2024, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 354 outlet, di 80 kota dan 34 provinsi dan di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia diantaranya call centre 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA) yang dapat diakses melalui Whatsapp 08551500830, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Web Widget Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi U by Prodia yang dapat diunduh melalui App Store & Play Store. Tentang PT Prodia Digital Indonesia PT Prodia Digital Indonesia (Prodia Digital) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas jasa informasi dan pemenuhan layanan kesehatan dan kebugaran melalui jalur digital. Sebagai anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), Prodia Digital menghadirkan kemudahan akses yang lebih luas untuk masyarakat untuk menikmati layanan laboratorium dan klinik di seluruh Indonesia yang berstandar nasional dan internasional.Diluncurkan di tahun 2023, Prodia Digital menandai perwujudan komitmen secara nyata dari PRDA untuk melakukan percepatan transformasi digital dengan memberikan layanan yang dilakukan ilmiah yang berdasarkan data. Prodia Digital memberikan layanan pemesanan tes laboratorium, akses hasil pemeriksaan secara digital, konsultasi dokter, Health Shop (toko kesehatan), Health Plan (program gaya hidup sehat), serta Health Assessment untuk mengetahui profil risiko setiap pengguna yang terpersonalisasi, serta pendampingan kebutuhan kesehatan dan kebugaran secara unik untuk setiap pribadi yang berbeda.Produk Prodia Digital dapat dinikmati dengan mengunduh aplikasi U by Prodia di pasar aplikasi/app store, baik untuk Android maupun iPhone.                     Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Marina Eka AmaliaCorporate Secretary     PT Prodia Widyahusada Tbk.Ph. +62-21-3144182 ext 3816Email: corporate.secretary@prodia.co.idChintya ChandraHead of Digital MarketingPT Prodia Digital IndonesiaPh. 021 2980 3800 Ext 3900E-mail: chintya.chandra@prodia.co.id  

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Acupuncture Essential Program

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Acupuncture Optima Program

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Advanced Female Fertility Check

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Advanced Lipid Profile

    Advanced Lipid Profile adalah pemeriksaan darah untuk menilai kolesterol dan risiko penyakit jantung secara lebih lengkap. Pemeriksaan ini menggabungkan hasil laboratorium, kondisi kesehatan, dan data gaya hidup untuk memberikan gambaran risiko kardiovaskular secara menyeluruh.

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Advanced Lipid Profile Essential

    Panel pemeriksaan lipid untuk menilai profil kolesterol dan membantu evaluasi risiko penyakit kardiovaskular secara lebih komprehensif.

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Allergy Reveal Panel

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Allergy Screening - Starter Panel

  • 29 Juli 2026 panel-test

    ANA ( IF ) & ANA Profile

    Jenis Pemeriksaan : ANA IF dan ANA Profile

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Anti-Fatigue Panel

  • 29 Juli 2026 panel-test

    Anti-Stress Panel

  • 29 Juli 2026 lab-test

    1,3-Beta-D-Glucan (Fungitell), Serum

    Tes Fungitell diindikasikan untuk diagnosis dugaan infeksi jamur dan harus digunakan bersama dengan prosedur diagnostik lainnya. Tes ini tidak mendeteksi spesies jamur tertentu seperti Cryptococcus, yang menghasilkan tingkat (1,3) -beta-D-glukan yang sangat rendah.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    11-Deoxycortisol, LC/MS/MS, serum

    Merupakan hormon steroid glukokortikoid.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    17-Hydroxypregnenolone

    Pengukuran 17α-hydroxypregnenolon berguna dalam diagnosis beberapa bentuk hiperplasia adrenal kongenital. Pada penderita hiperplasia adrenal kongenital akibat defisiensi 3β-hidroksisteroid dehidrogenase, 17α-hidroksipregnenolon meningkat, sedangkan pada penderita hiperplasia adrenal kongenital akiba

  • 29 Juli 2026 lab-test

    17-Ketosteroid

    17-ketosteroid adalah zat yang terbentuk ketika tubuh memecah hormon seks steroid pria yang disebut androgen dan hormon lain yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal pada pria dan wanita, dan oleh testis pada pria.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    17-OH Kortikosteroid (Urine 24 jam)

    17-OH Kortikosteroid adalah produk yang terbentuk ketika hati dan jaringan tubuh lainnya memecah hormon steroid kortisol.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    17-OH Progesterone (LC-MS/MS)

    Pemeriksaan 17-OH Progesteron merupakan pemeriksaan dengan metode liquid chromatography, tandem mass spectrometry (LC-MS/MS) untuk penentuan 17a-hydroxyprogesterone secara kuantitatif dalam serum atau plasma. Pemeriksaan ini terutama ditujukan ketika dicurigai adanya defisiensi 21-hydroxylase.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    17-OH Progesterone Neonatus (LC-MS/MS)

    Hiperplasia adrenal kongenital (HAK) merupakan salah satu kelainan autosomal resesif terbanyak akibat defisiensi enzim atau gangguan pada salah satu dari lima tahap biosintesis steroid di kelenjar adrenal. HAK yang disebabkan defek 21-hidroksilasi di korteks adrenal terjadi pada 95% pasien. Secara

  • 29 Juli 2026 lab-test

    2,5-Hexanedione (Urine)

    2,5-Hexanedione adalah metabolit utama n-hexane dan dianggap sebagai penyebab n-hexane polyneuropathy. Oleh karena itu, mengukur 2,5-hexanedione bermanfaat untuk pemantauan biologis paparan n-hexane.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    BRCA 1/2 Germline

    Pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidak-nya mutasi pada gen BRCA1 (BReast CAncer gene 1) dan BRCA2 (BReast CAncer gene 2) pada seseorang menggunakan sampel darah, bukan sampel jaringan kanker. Apabila ditemukan adanya mutasi pada BRCA1/2 germline maka mutasi ini bersifat diturunkan ( herediter).

  • 29 Juli 2026 lab-test

    CardioPGx

    CardioPGx adalah pemeriksaan farmakogenomik untuk mengetahui kecocokan seseorang terhadap 8 jenis obat sebagai berikut : Acenocoumarol, Atorvastatin, Clopidogrel, Phenprocoumon, Pravastatin, Rosuvastatin, Simvastatin, Warfarin berdasarkan gen : CYP2C19, CYP2C9, VKORC1, CYP4F2, SLCO1B1, APOE yang di

  • 29 Juli 2026 lab-test

    CArisk 2.0

    Pemeriksaan genomik yang menganalisis lebih dari 100 gen dan 200 varian untuk mengidentifikasi risiko 13 jenis kanker yang paling umum yaitu kanker payudara, kanker kolorektal (usus besar dan anus), kanker paru, kanker hati, kanker serviks, kanker pankreas, kanker lambung, kanker limfoma non hodgki

  • 29 Juli 2026 lab-test

    DIArisk

    Pemeriksaan untuk menilai risiko terhadap 8 jenis penyakit yaitu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, gestasional diabetes, komplikasi neuropati, komplikasi nefropati, penyakit ginjal kronis, gangguan metabolisme lipid, dan obesitas berdasarkan profil genetik varian low penetrance SNP setiap individu.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    EYEgenomics

    EYEgenomics merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi kerentanan genetik seseorang terhadap penyakit yang berkaitan dengan 10 gangguan penglihatan cataract, high myopia, keratoconus, primary angle-closure glaucoma, primary open-angle glaucoma, diabetic retinopathy, polypoid

  • 29 Juli 2026 lab-test

    Hereditary Cancer Risk

    Pemeriksaan genomik yang mengidentifikasi varian genetik germ-line high penetrance dari 48 gen terkait risiko 8 jenis kanker herediter.

  • 29 Juli 2026 lab-test

    Hereditary Cancer Risk (add on)

    Pemeriksaan genomik yang mengidentifikasi varian genetik germ-line high penetrance dari 48 gen terkait risiko 8 jenis kanker herediter. Bermanfaat kepada: 1.Pasien kanker Mengetahui mutasi penyebab kanker Menentukan manajemen yang sesuai termasuk pemilihan terapi yang disetujui Mengetahui ris

  • 29 Juli 2026 lab-test

    IMMUNErisk

    IMMUNErisk merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko berdasarkan profil genomik seseorang terhadap penyakit autoimun (rheumatoid arthritis, SLE, psoriasis, alopecia areata dan vitiligo) serta alergi (allergic rhinitis dan atopic dermatitis). Pemeriksaan ini menganali

  • 29 Juli 2026 lab-test

    Infection PGx

    CardioPGx adalah pemeriksaan farmakogenomik untuk mengetahui kecocokan seseorang terhadap 14 jenis obat sebagai berikut : Efavirenz, Voriconazole, Amikacin, Dibekacin, Gentamicin, Kanamycin, Neomycin, Netilmicin, Paromomycin, Plazomicin, Ribostamycin, Streptomycin, Tobramycin, dan Isoniazid berdasar

  • 29 Juli 2026 lab-test

    Infection PGx (add-on)

    CardioPGx adalah pemeriksaan farmakogenomik untuk mengetahui kecocokan seseorang terhadap 14 jenis obat sebagai berikut : Efavirenz, Voriconazole, Amikacin, Dibekacin, Gentamicin, Kanamycin, Neomycin, Netilmicin, Paromomycin, Plazomicin, Ribostamycin, Streptomycin, Tobramycin, dan Isoniazid berdasar