Prodia Bertahan Menjadi Merek Laboratorium yang Paling Kuat

03 July 2015

Jakarta - 2 Juli 2015, Laboratorium Klinik Prodia kembali mengukir prestasi dengan keberhasilannya meraih Top Brand Award 2015, kategori Laboratorium, dengan TBI (Top Brand Index) sebesar 56,3%. Penghargaan tersebut kembali menjadi bukti kekuatan jati diri Prodia sebagai laboratorium klinik terbaik dan terbesar di Indonesia. Kegigihannya dalam menjalankan setiap visi dan misi serta komitmen Love for Quality merupakan kunci keberhasilan Prodia untuk mampu mempertahankan reputasinya.

Tak dapat dipungkiri bahwa kekuatan sebuah merek adalah salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Di tengah-tengah ketatnya persaingan bisnis, merek yang kuat dapat memberikan banyak keuntungan lantaran hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumennya. Fakta membuktikan konsumen cenderung membeli produk yang memiliki merek ternama dibandingkan produk baru yang belum jelas identitasnya. Dengan merek yang kuat pula, loyalitas pelanggan akan terjaga. Bahkan tak sedikit dari mereka bersedia memasarkan merek tersebut tanpa diminta.

Dibutuhkan proses yang panjang dan investasi yang besar untuk membangun sebuah merek. Oleh karena itu Top Brand Award merupakan ukuran kesuksesan yang dapat digunakan oleh para pemilik merek. Top Brand Survey 2015 dilaksanakan sejak April hingga Mei 2015, serentak di 11 kota besar yaitu: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Pekanbaru, Palembang, Denpasar, Balikpapan, dan Samarinda. Survei ini melibatkan 10.520 responden dengan menggunakan metode face to face personal interview.

“Top Brand Award 2015 mengukuhkan posisi Laboratorium Klinik Podia sebagai laboratorium yang dipercaya dan dipilih oleh masyarakat. Ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan inovasi produk dan layanan. Kami berterimakasih kepada masyarakat, pelanggan, mitra kerja, dan seluruh tim Prodia atas kerjasamanya sehingga Prodia mampu bertahan sebagai Top Brand achiever selama tujuh tahun berturut-turut.” Pungkas Dewi Muliaty, selaku Direktur Utama Laboratorium Klinik Prodia.