Thursday, 27 February 2020

Prodia dan Fakultas Kedoketran Universitas Maranatha Bandung Kembali Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Penelitian

BANDUNG, 26 Februari 2020 – Prodia bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha Bandung kembali melanjutkan kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian, khususnya mengenai laboratorium klinik. Perpanjangan kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2010 ini dilakukan di Fakultas Kedokteran kampus Universitas Maranatha Bandung dan ditandatangani langsung oleh Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si. selaku Business and Marketing Director PT Prodia Widyahusada Tbk dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha yakni dr. Lusiana Darsono, M.Kes.

Business and Marketing Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, M.Si menerangkan bahwa perpanjangan kerja sama ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya dalam mewujudkan salah satu visi Prodia sebagai "Centre of Excellence" dengan mendukung berbagai penelitian kedokteran & ilmu biomedik lainnya untuk tujuan akademis, epidemiologis publikasi ilmiah dan lain-lain, sehingga semakin memperluas dukungan dalam bidang penelitian.

Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan Prodia dengan Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha yaitu transfer of knowledge dalam bentuk penunjang penelitian yang terkait dengan faktor kritis dalam pre-analitik, analitik dan post-analitik suatu pemeriksaan, tren biomarker terbaru untuk penelitian (diabetes mellitus, aterisklerosis, kanker, hematologi, penyakit infeksi, ginjal, hipertensi, dan lain-lain), dan metodologi penelitian (pemilihan uji hipotesis/ statistik). Prodia juga dapat menyediakan narasumber dalam bidang manajemen laboratorium klinik (pengendalian dan pemantapan mutu, proses akreditasi ISO, manajemen laboratorium); sebagai dosen tamu dalam mata kuliah terkait laboratorium kedokteran, biomedik dan patobiologi suatu penyakit (biologi molecular, stem cell); Kerjasama lain yang juga disepakati adalah program magang untuk mahasiswa; serta melakukan program  kolaborasi penelitian.

Prodia telah mendukung penelitian sejak tahun 1991. Dengan pengalaman selama 28 tahun,  Prodia telah membantu lebih dari 3.835 penelitian dan mengerjakan 455 jenis pemeriksaan baru untuk kebutuhan riset. Prodia juga telah menjalin kerja sama dengan 34 universitas ternama di Indonesia (yang terdiri dari 33 Fakultas Kedokteran, 1 Institusi Sains dan Teknologi & 1 Fakultas Farmasi) dan 1 lembaga riset yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Tidak hanya itu, Prodia juga telah menyediakan sumber informasi terkini mengenai perkembangan ilmu kedokteran dan laboratorium bagi dokter, peneliti, akademisi serta masyarakat umum melalui Forum Diagnosticum, Info Laboratorium, The Indonesian Biomedical Journal, seminar, diskusi ilmiah, hingga penyuluhan kesehatan.

Dalam bidang laboratorium dan wellness clinic, Prodia telah melakukan berbagai pengembangan pemeriksaan dan inovasi layanan. Di antaranya Prodia mengembangkan pemeriksaan berbasis genetik, yaitu Prodia Genomics. Pemeriksaan yang dikembangkan diantaranya NIPT-Prosafe untuk mengetahui risiko kelainan kromosom pada janin, CArisk untuk mengetahui faktor risiko terhadap kanker, DIArisk untuk menilai risiko seseorang terhadap penyakit diabetes, Prodia Nutrigenomics untuk mengidentifikasi asupan nutrisi dan jenis olahraga yang sesuai dan IMMUNErisk untuk mengetahui risiko terhadap penyakit autoimun dan alergi. Terkait inovasi layanan, Prodia memiliki layanan Kontak Prodia 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA). TANIA dapat diakses secara online diantaranya melalui LINE: @prodia.id, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id, dan Website Prodia: www.prodia.co.id.

 ***

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP), sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga 31 Desember 2019, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 287 outlet, di 34 provinsi dan 126 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Sejalan dengan aspirasi Prodia untuk membangun kapabilitas di bidang solusi kesehatan personal melalui teknologi generasi terbaru, Prodia terus berinovasi dengan mengembangkan tes-tes pemeriksaan esoterik yaitu pemeriksaan khusus untuk menganalisis penyakit tertentu dengan menggunakan peralatan yang canggih dan metode modern serta membutuhkan personel khusus untuk menjalankan tes dan analisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Agility to Create Values menjadi kekuatan Prodia dalam mengukuhkan posisinya sebagai Next Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan terbesar di Indonesia.Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Reskia Dwi Lestari
Marketing Communications Manager
PT Prodia Widyahusada Tbk
Ph. +62-21 3144182 ext 3768
E-mail marcomm@prodia.co.id

277 Views