PANEL TEST

Early Pregnancy Panel

Benefits Inspection:

Mengetahui ada tidaknya risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil yang dapat berakibat buruk pada ibu dan janinnya

Checking type

IgG Anti CMV

Description:

Cytomegalovirus (CMV) dapat ditularkan dari orang ke orang melalui cairan tubuh seperti air liur, semen, sekret vagina, darah, dan air susu ibu. CMV merupakan virus yang paling sering ditularkan dari ibu kepada bayinya, baik melalui plasenta selama masa kehamilan, saat menyusui maupun proses kelahiran. Bayi yang membawa CMV akan mengalami kondisi yang disebut CMV kongenital dan berisiko mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran, serta retardasi mental yang tidak jarang baru muncul setelah remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-CMV IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap Cytomegalovirus. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Uji saring infeksi CMV, mendeteksi adanya infeksi CMV masa lampau (IgG stabil), mendiagnosis infeksi aktif atau reinfeksi (IgG meningkat), dan mengidentifikasi carrier CMV sebelum menjadi donor darah maupun organ.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 – 8°C : 5 hari;
< -10°C : > 5 hari
* 2 – 8°C : 5 hari;
< -10°C : > 5 hari
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti CMV

Description:

Cytomegalovirus (CMV) dapat ditularkan dari orang ke orang melalui cairan tubuh seperti air liur, semen, sekret vagina, darah, dan air susu ibu. CMV merupakan virus yang paling sering ditularkan dari ibu kepada bayinya, baik melalui plasenta selama masa kehamilan, saat menyusui maupun proses kelahiran. Bayi yang membawa CMV akan mengalami kondisi yang disebut CMV kongenital dan berisiko mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran, serta retardasi mental yang tidak jarang baru muncul setelah remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-CMV IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap Cytomegalovirus. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan.

Benefit Investigation

Mendiagnosis infeksi CMV primer atau reinfeksi (pada wanita hamil dan janinnya), dan sebagai uji saring pada pasien transplantasi. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 – 8°C : 5 hari
< -10°C : > 5 hari
* 2 – 8°C : 5 hari
< -10°C : > 5 hari
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgG Anti-HSV2

Description:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Pemeriksaan Anti-HSV2 IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap HSV2. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi lampau, namun peningkatan anti HSV2 IgG yang signifikan dalam interval waktu tertentu mengindikasikan infeksi akut atau infeksi baru. Pada keadaan reinfeksi titernya akan meningkat, oleh sebab itu wanita hamil dengan IgG positif maka pada trimester 3 kehamilannya diperiksa anti HSV2 IgG lagi, untuk memastikan ada tidaknya reinfeksi, jika terdapat reinfeksi maka proses persalinan dianjurkan melalui bedah caesar. IgG negatif menunjukkan bahwa seseorang belum pernah terpapar HSV atau belum mampu memproduksi antibodi HSV.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan
* 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti-HSV2

Description:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Pemeriksaan Anti-HSV2 IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap HSV2. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan anti HSV2 IgM bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi baru yang disebabkan oleh virus Herpes tipe 2 (menyerang tubuh dari pinggang ke bawah berupa lesi umumnya di daerah genital). Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada pasien yang tidak bergejala, karena dapat memberikan hasil positif palsu.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan

RS. Mitra Keluarga Kelapa Gading :
5 hari pada suhu 2-8C,
6 bulan pada suhu beku
* 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan


Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgG Anti Rubella

Description:

Virus Rubella sering dikenal sebagai penyebab campak Jerman dan biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit. Virus Rubella bisa ditularkan melalui udara dan kontak fisik. Adanya virus Rubella pada wanita hamil, terutama di awal kehamilan, bisa mempengaruhi perkembangan bayi hingga muncul kelainan seperti sindrom Rubella kongenital, penyakit jantung kongenital, katarak, tuli, infeksi telinga, dan retardasi mental. Pemeriksaan Anti-Rubella IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap virus Rubella.

Benefit Investigation

Sebagai uji saring, memperkirakan status imun, kontrol respon setelah vaksinasi, diagnosis infeksi aktif : peningkatan kadar IgG yang signifikan (2 pemeriksaan dengan interval waktu 3 bulan).

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2 - 8C; >7 hari pada suhu <(-10)C, maksimal penyimpanan 1 bulan
* 7 hari pada suhu 2 - 8C; >7 hari pada suhu <(-10)C, maksimal penyimpanan 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti Rubella

Description:

Virus Rubella sering dikenal sebagai penyebab campak Jerman dan biasanya ditandai dengan munculnya ruam pada kulit. Virus Rubella bisa ditularkan melalui udara dan kontak fisik. Adanya virus Rubella pada wanita hamil, terutama di awal kehamilan, bisa mempengaruhi perkembangan bayi hingga muncul kelainan seperti sindrom Rubella kongenital, penyakit jantung kongenital, katarak, tuli, infeksi telinga, dan retardasi mental. Pemeriksaan Anti-Rubella IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap virus Rubella. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan.

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk skrining infeksi akut/baru, karena anti Rubella IgM muncul 2 - 3 hari setelah ruam muncul lalu meningkat pada minggu 1 hingga 4. Namun anti Rubella IgM yang persisten (menetap hingga lebih dari 6 bulan) tidak dapat digunakan untuk menentukan adanya infeksi akut.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari pada suhu (-10)C atau lebih dingin
* 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari pada suhu (-10)C atau lebih dingin
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgG Anti Toxoplasma

Description:

Toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis dapat ditemukan pada manusia dan berbagai jenis hewan atau burung. Kucing diketahui sebagai pembawa parasit Toxoplasma gondii, namun penyebarannya bisa melalui berbagai cara seperti kotoran kucing, transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan tubuh, konsumsi makanan yang berasal dari tanah terkontaminasi, dan konsumsi daging (kambing, sapi, dan babi) mentah atau setengah matang. Toxoplasmosis yang terjadi pada wanita hamil, bisa menybabkan keguguran dan bayi lahir prematur, serta bisa ditularkan dari ibu kepada bayinya melalui plasenta sehingga bayi mengalami toxoplasmosis kongenital. Terjadinya toxoplasmosis kongenital biasanya ditandai dengan adanya kerusakan pada organ mata, sistem saraf pusat, kulit, dan telinga. Kerusakan organ tersebut tidak jarang baru muncul ketika anak berusia remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-Toxoplasma IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap parasit Toxoplasma gondii. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup.

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk : Mengetahui status kekebalan terhadap parasit toxoplasma karena anti toxoplasma IgG menetap seumur hidup dengan titer rendah Mengetahui adanya infeksi akut apabila ditemukan peningkatan IgG hingga titer 2X dalam waktu 2 minggu

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Architech :
3 hari pada suhu 15-30C;

5 hari pada suhu 2-8C; >5 hari pada suhu (-25)+/- 6C, maksimal penyimpanan 1
bulan(3)
* Architech :
3 hari pada suhu 15-30C;

5 hari pada suhu 2-8C; >5 hari pada suhu (-25)+/- 6C, maksimal penyimpanan 1
bulan(3)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Blood Group & Rhesus

Description:

Darah manusia dapat digolongkan menjadi ABO serta Rh(+) dan (-), berdasarkan ada tidaknya antigen A & B serta Rh pada permukaan sel darah merah.Fungsi utama pemeriksaan kedua golongan darah tersebut adalah untuk mencegah terjadinya inkompabilitas golongan darah pada saat transfusi yang dapat berakibat fatal.

Benefit Investigation

Menentukan golongan darah pada: 1) individu yang akan melakukan transfusi darah, 2) wanita hamil dan bayi baru lahir. Mendeteksi prognosis penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, pemeriksaan awal kehamilan, dan sebagai upaya perlindungan pada individu yang melakukan operasi obstetrik atau pada kasus perdarahan yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Full Blood Count

Description:

Pemeriksaan hematologi lengkap terdiri dari: Hematologi rutin, LED dan hitung jenis leukosit (neutrofil, eosinofil, monosit, basofil, limfosit)

Benefit Investigation

Hematologi lengkap merupakan penilaian dasar komponen eritrosit, leukosit, trombosit. Manfaat pemeriksaan ini untuk evaluasi anemia, leukemia, infeksi bakteri, virus parasit dan kemungkinan alergi, polisitemia, kemungkinan kelainan perdarahan dan risiko inflamasi yang dilihat dari nilai LED

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Routine Urinalysis

Description:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Benefit Investigation

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak dalam keadaan menstruasi
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

VDRL/RPR

Description:

Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual. Pemeriksaan VDRL/RPR merupakan pemeriksaan yang paling umum untuk mendeteksi munculnya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan VDRL/RPR direkomendasikan dokter bila seseorang memiliki gejala penyakit sifilis atau berisiko tinggi terkena penyakit sifilis. Pemeriksaan VDRL/RPR membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Menyaring atau mendiagnosis infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
* 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Flokulasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

VDRL/RPR

Description:

Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual. Pemeriksaan VDRL/RPR merupakan pemeriksaan yang paling umum untuk mendeteksi munculnya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan VDRL/RPR direkomendasikan dokter bila seseorang memiliki gejala penyakit sifilis atau berisiko tinggi terkena penyakit sifilis. Pemeriksaan VDRL/RPR membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Benefit Investigation

Menyaring atau mendiagnosis infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
* 48 jam pada suhu 2-8C; 6 minggu pada suhu (-20)C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Flokulasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

IgM Anti Toxoplasma

Description:

Toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis dapat ditemukan pada manusia dan berbagai jenis hewan atau burung. Kucing diketahui sebagai pembawa parasit Toxoplasma gondii, namun penyebarannya bisa melalui berbagai cara seperti kotoran kucing, transfusi darah atau transplantasi organ/jaringan tubuh, konsumsi makanan yang berasal dari tanah terkontaminasi, dan konsumsi daging (kambing, sapi, dan babi) mentah atau setengah matang. Toxoplasmosis yang terjadi pada wanita hamil, bisa menybabkan keguguran dan bayi lahir prematur, serta bisa ditularkan dari ibu kepada bayinya melalui plasenta sehingga bayi mengalami toxoplasmosis kongenital. Terjadinya toxoplasmosis kongenital biasanya ditandai dengan adanya kerusakan pada organ mata, sistem saraf pusat, kulit, dan telinga. Kerusakan organ tersebut tidak jarang baru muncul ketika anak berusia remaja atau pun dewasa. Pemeriksaan Anti-Toxoplasma IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap parasit Toxoplasma gondii. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan.

Benefit Investigation

Diagnosis Infeksi primer (pada ibu dan janin). Harus dikonfirmasi dengan peningkatan kadar IgG

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari (-25) +/- 6C, maksimal penyimpanan 1 bulan (3).
* 7 hari pada suhu 2-8 C; >7 hari (-25) +/- 6C, maksimal penyimpanan 1 bulan (3).
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Suggestion

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Comment

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Comment

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HCV

Description:

Anti-HCV dapat terdeteksi pada 60% pasien selama fase akut infeksi. Anti-HCV dapat terdeteksi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian pada 35% pasien. Pada populasi pasien kurang dari 5%, anti-HCV tidak berkembang (persentase lebih tinggi terjadi pada pasien dengan infeksi HIV).

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk deteksi anti-HCV dapat digunakan baik untuk skrining maupun untuk diagnosis infeksi HCV. Pemeriksaan anti-HCV tidak menunjukkan infeksi akut, kronik atau sudah sembuh

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HCV

Description:

Anti-HCV dapat terdeteksi pada 60% pasien selama fase akut infeksi. Anti-HCV dapat terdeteksi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian pada 35% pasien. Pada populasi pasien kurang dari 5%, anti-HCV tidak berkembang (persentase lebih tinggi terjadi pada pasien dengan infeksi HIV).

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk deteksi anti-HCV dapat digunakan baik untuk skrining maupun untuk diagnosis infeksi HCV. Pemeriksaan anti-HCV tidak menunjukkan infeksi akut, kronik atau sudah sembuh

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :