PANEL TEST

Rheumatic Screen Test Panel

Benefits Inspection:

Mendeteksi dini dan membantu diagnosis, serta memantau penyakit rematik; mengevaluasi terapi penyakit rematik.

Checking type

ANA (IF)

Description:

Anti Nuclear Antibody (ANA) metode Indirect Immunofluorescence (IF) merupakan suatu metode pemeriksaan untuk skrining autoantibodi terhadap nukleus. Sampel serum yang mengandung autoantibodi tertentu akan bereaksi dengan substrat yang mengandung antigen spesifik. Reaksi antigen-antibodi ditunjukkan oleh adanya pola fluoresensi spesifik yang dapat diamati dengan mikroskop fluoresens. Pola fluoresensi yang spesifik berguna untuk mengarahkan pada penyakit autoimun tertentu. Beberapa penyakit autoimun dikarakterisasi oleh adanya beberapa autoantibodi. ANA-IF mempunyai spektrum antigen yang luas untuk mendeteksi berbagai autoantibodi sehingga sesuai untuk tujuan skrining. ANA IF merupakan baku emas untuk skrining ANA.

Benefit Investigation

Skrining anti nuclear antibodi pada individu dengan dugaan penyakit autoimun.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C : >48 jam, maksimal penyimpanan 1 bulan

* 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C : >48 jam, maksimal penyimpanan 1 bulan

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Immunofluorescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

ANA (IF)

Description:

Anti Nuclear Antibody (ANA) metode Indirect Immunofluorescence (IF) merupakan suatu metode pemeriksaan untuk skrining autoantibodi terhadap nukleus. Sampel serum yang mengandung autoantibodi tertentu akan bereaksi dengan substrat yang mengandung antigen spesifik. Reaksi antigen-antibodi ditunjukkan oleh adanya pola fluoresensi spesifik yang dapat diamati dengan mikroskop fluoresens. Pola fluoresensi yang spesifik berguna untuk mengarahkan pada penyakit autoimun tertentu. Beberapa penyakit autoimun dikarakterisasi oleh adanya beberapa autoantibodi. ANA-IF mempunyai spektrum antigen yang luas untuk mendeteksi berbagai autoantibodi sehingga sesuai untuk tujuan skrining. ANA IF merupakan baku emas untuk skrining ANA.

Benefit Investigation

Skrining anti nuclear antibodi pada individu dengan dugaan penyakit autoimun.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C : >48 jam, maksimal penyimpanan 1 bulan

* 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C : >48 jam, maksimal penyimpanan 1 bulan

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Immunofluorescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti CCP IgG

Description:

Anti Cyclic citrullinated peptide (CCP) adalah antibodi yang dihasilkan oleh sistem imun yang menyerang cyclic citrullinated peptide.

Benefit Investigation

Mendiagnosis RA lebih dini sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih awal dan kerusakan sendi dapat dicegah atau diminimalkan; dan membedakan RA dari penyakit autoimun lainnya seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Sjogren's syndrome, atau polymyositis/dermatomyositis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C : >48 jam, maksimal penyimpanan 1 bulan
* 2 - 8 C : 14 hari
(-20) C : >48 jam, maksimal penyimpanan 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : ELISA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Uric Acid

Description:

Asam urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses. Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal. Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.

Benefit Investigation

Pemeriksaan asam urat dalam darah digunakan untuk : Mendeteksi tingginya asam urat dalam darah untuk menunjang diagnosis gout. Memantau pengobatan pasien asam urat. Memantau pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi karena pada pasien tersebut terjadi turnover sel yang cepat yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
* 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

ASO

Description:

Antistreptolysin O (ASTO) adalah antibodi dengan target streptolysin O, enzim toksik yang dihasilkan oleh bakteri group A Streptococcus.

Benefit Investigation

Pemeriksaan Antistreptolysin O digunakan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi group A Streptococcus sebagai penyebab terjadinya glomerulonephritis, atau rheumatic fever (kondisi yang diakibatkan karena terapi infeksi bakteri yang tidak tepat atau tidak dilakukan - bisa mengakibatkan kerusakan serius terhadap katup jantung menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada sendi, peradangan jantung (carditis), nodul kulit, Sydenham's chorea, dan ruam kulit)

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8C,
Untuk Omega, dapat disimpan selama 6 minggu pada suhu (-20)C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Aglutinasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

C3 Complement

Description:

Komplemen merupakan bagian dari sistem imun bawaan. Tidak seperti imunitas dapatan yang menghasilkan antibodi, sistem imun bawaan bersifat non spesifik dan dapat merespon benda asing dengan cepat.

Benefit Investigation

Sinonim C3, Complement C3, Tingkat komplemen dapat digunakan sebagai indeks aktivitas penyakit autoimun.Pengukuran C3 digunakan untuk mendeteksi orang pada saat lahir kekurangan faktor ini. Termasuk SLE, hepatitis aktif kronis, infeksi kronis tococcal, dan infeksi kronis tertentu, poststreptococcal, glomerulonefritis membranoproliferatif dan yang lainnya. Peningkatan C3 juga ditemukan pada sejumlah keadaan inflamasi sebagai akibat respon fase akut.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8°C: 8 hari,
-20°C: 8 hari
* 2-8°C: 8 hari,
-20°C: 8 hari
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : PEG-enhanced immunoturbidimetric
Reference Values :
Reference Points :
Record :

C4 Complement

Description:

Komplemen merupakan bagian dari sistem imun bawaan. Tidak seperti imunitas dapatan yang menghasilkan antibodi, sistem imun bawaan bersifat non spesifik dan dapat merespon benda asing dengan cepat.

Benefit Investigation

Perhitungan C4 digunakan untuk mendeteksi orang yang mengalami defisiensi kongenital ataupun penyakit autoimun seperti systemic lupus erithematosus (SLE), rheumatoid artritis, glomerulonefritis tertentu, hepatitis kronis, penyakit imun kompleks, dan hereditary angiodema. Tingkat C4 merupakan indikator sensitif dari aktivitas SLE dan penyakit glomerulonefritis proliferatif. C4 dapat meningkat pada anemia hemolitik autoimun.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 8 hari pada 2-8°C | 8 hari pada
-20°C
* 8 hari pada 2-8°C | 8 hari pada
-20°C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : PEG-enhanced immunoturbidimetric
Reference Values :
Reference Points :
Record :

C-Reactive Protein,Qualitative

Description:

C-Reactive Protein atau CRP kualitatif yaitu pemeriksaan terhadap keberadaan suatu reaktan fase akut, yakni CRP di dalam serum. Konsentrasi serum CRP akan meningkat setelah proses inisiasi inflamatori. Pemeriksaan ini memiliki sensitifitas yang baik, namun bukan indikator yang spesifik pada kondisi terjadinya luka akut, infeksi bakteri, atau inflamasi.

Benefit Investigation

Mendeteksi Pelvic Inflammatory Disease (PID), apendidtis akut, dan sepsis (pada pasien kritis); menentukan faktor risiko penyakit vaskular, terutama penyakit jantung koroner (PJK); dan memantau kondisi post-operasi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * Omega :
2-8C : 48 jam
(-20)C : 6 minggu

AIM :
2-8C : 72 jam
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Aglutinasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HLA-B27

Description:

HLA-B27 (Human Leukocyte Antigen B27) adalah suatu alel dari lokus HLA-B pada manusia yang ada pada sejumlah kecil dari populasi umumnya.

Benefit Investigation

Mengevaluasi ankylosing spondylitis, sindrom Reiter, artritis psoriasis dan gangguan mata seperti uveitis dan iritis.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples : * 15-25 C 1 bulan
* 15-25 C 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HLA-B27

Description:

HLA-B27 (Human Leukocyte Antigen B27) adalah suatu alel dari lokus HLA-B pada manusia yang ada pada sejumlah kecil dari populasi umumnya.

Benefit Investigation

Mengevaluasi ankylosing spondylitis, sindrom Reiter, artritis psoriasis dan gangguan mata seperti uveitis dan iritis.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples : * 15-25 C 1 bulan
* 15-25 C 1 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

RF

Description:

Rheumatoid Factor (RF) merupakan suatu antibodi (umumnya kelas IgM),yang akan bereaksi dengan bagian fragmen dari imunoglobulin lainnya (yang paling sering adalah kelompok IgG).

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk membantu diagnosis rheumatoid arthritis (RA) dan untuk membantu membedakan RA dari artritis lain atau kondisi lain dengan gejala yang sama.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8 C;
6 minggu pada suhu (-20C), sampel beku yang mencair harus dihomogenkan(sentrifugasi) sebelum dikerjakan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Aglutinasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

RF

Description:

Rheumatoid Factor (RF) merupakan suatu antibodi (umumnya kelas IgM),yang akan bereaksi dengan bagian fragmen dari imunoglobulin lainnya (yang paling sering adalah kelompok IgG).

Benefit Investigation

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk membantu diagnosis rheumatoid arthritis (RA) dan untuk membantu membedakan RA dari artritis lain atau kondisi lain dengan gejala yang sama.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stability Samples : * 48 jam pada suhu 2-8 C;
6 minggu pada suhu (-20C), sampel beku yang mencair harus dihomogenkan(sentrifugasi) sebelum dikerjakan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Aglutinasi
Reference Values :
Reference Points :
Record :