PANEL TEST

Female Elderly General Panel

Benefits Inspection:

Mendeteksi berbagai gangguan yang sering ditemukan pada usila yaitu kelainan/penyakit darah, gangguan/infeksi saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, gangguan kelenjar tiroid, risiko penyakit kardiovaskular dan demensia. Panel ini sebaiknya diperiksa pada individu berusia > 55 tahun dan belum diketahui adanya gangguan/penyakit tertentu (terutama penyakit degeneratif) pada waktu sebelumnya.

Checking type

Pre Albumin (Transthyretin)

Description:

Prealbumin adalah salah satu protein plasma utama. Konsentrasi prealbumin dalam serum berfluktuasi lebih cepat sebagai respon terhadap kecepatan sintesis dibandingkan protein serum.

Benefit Investigation

Prealbumin memiliki waktu paruh yang singkat, sehingga dapat menjadi indikator sensitif terhadap perubahan yang mempengaruhi sintesis dan katabolisme protein. Prealbumin seringkali diperiksa untuk pemantauan efektivitas total parenteral nutrition (TPN) Prealbumin menurun secara signifikan dalam penyakit hepatobilier karena terjadi gangguan sintesis. Prealbumin dapat menurun pada kondisi peradangan, keganasan, gangguan buangan pada usus atau ginjal. defisiensi zinc. Peningkatan prealbumin dapat terjadi pada Hodgkin's disease dan penyakit ginjal kronis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari : 2-8C
3 bulan : (-15) - (-25) C
* 7 hari : 2-8C
3 bulan : (-15) - (-25) C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Nephelometri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Apolipoprotein B

Description:

Apo B-100 merupakan konstituen dari VLDL, IDL, LDL, dan Lp(a). Apo B-100 disintesa dalam hati dan disekresikan ke dalam plasma sebagai bagian dari partikel VLDL. Apo B-100 berpartisipasi dalam penghantaran kolesterol ke dalam jaringan dan berinteraksi langsung dengan reseptor LDL.

Benefit Investigation

Menentukan risiko kejadian PJK; menilai keberhasilan terapi obat penurun lemak (untuk golongan obat statin); dan mendiagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-10C : 2 minggu
* 2-10C : 2 minggu
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Uric Acid

Description:

Asam urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses. Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal. Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.

Benefit Investigation

Pemeriksaan asam urat dalam darah digunakan untuk : Mendeteksi tingginya asam urat dalam darah untuk menunjang diagnosis gout. Memantau pengobatan pasien asam urat. Memantau pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi karena pada pasien tersebut terjadi turnover sel yang cepat yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
* 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HDL Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

LDL Cholesterol Direct

Description:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Total Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CHOD PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

CTx (C-Telopeptide)

Description:

Penanda biokimia proses pengeroposan tulang yang spesifik.

Benefit Investigation

Memperkirakan risiko osteoporosis secara dini (terutama pada individu berusia ; 40 tahun), menentukan dan memantau terapi obat antiresorpsi oral (seperti difosfonat atau hormone replacement therapy/HRT) pada penderita osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 20-25C : 6 jam
4-8C : 8 jam
-20C : 3 bulan
* EDTA
20-25C : 24 jam
4-8C : 8 hari
-20C : 3 bulan
-70C : >3 bulan
Heparin
20-25C : 4 jam
4-8C : 8 jam
-20C : 3 bulan
-70C : >3 bulan
Patient Preparation : Pasien harus puasa 12 jam Waktu pengambilan sampel pagi hari. Untuk pemantauan, sebaiknya pengambilan sampel selalu diambil pada kondisi yang sama untuk menghindari pengaruh ritme circadian.
Working Days :
Method : ECLIA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

CTx (C-Telopeptide)

Description:

Penanda biokimia proses pengeroposan tulang yang spesifik.

Benefit Investigation

Memperkirakan risiko osteoporosis secara dini (terutama pada individu berusia ; 40 tahun), menentukan dan memantau terapi obat antiresorpsi oral (seperti difosfonat atau hormone replacement therapy/HRT) pada penderita osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 20-25C : 6 jam
4-8C : 8 jam
-20C : 3 bulan
* EDTA
20-25C : 24 jam
4-8C : 8 hari
-20C : 3 bulan
-70C : >3 bulan
Heparin
20-25C : 4 jam
4-8C : 8 jam
-20C : 3 bulan
-70C : >3 bulan
Patient Preparation : Pasien harus puasa 12 jam Waktu pengambilan sampel pagi hari. Untuk pemantauan, sebaiknya pengambilan sampel selalu diambil pada kondisi yang sama untuk menghindari pengaruh ritme circadian.
Working Days :
Method : ECLIA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Cystatin C

Description:

Cystatin C merupakan protein kecil dengan BM 13 kDa yang diproduksi tubuh. Cystatin C berfungsi sebagai Cystein protease inhibitor. Sejak Tahun 1985 Cystatin C diketahui dapat digunakan sehingga pemeriksaan ini juga telah mendapat approval dari FDA sebagai alternatif penanda (LFG).

Benefit Investigation

Deteksi dini kerusakan ginjal; pemantauan terhadap progresi penyakit ke arah gagal ginjal terminal, kecukupan ginjal pengganti, dan terapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C 1 minggu, -20C 3 bulan sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
* 2-8C 1 minggu, -20C 3 bulan sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri, Nephelometri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Routine Feces examination

Description:

Pemeriksaan untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses;

Benefit Investigation

diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan fese, disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida, antidiare, antiparasit, antibiotik, laksan, vitamin C, zat besi dll
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

AST (SGOT)

Description:

SGOT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase) = AST (Aspartate aminotransferase) Aspartate aminotransferase (AST) ditemukan dalam konsentrasi tinggi di dalam hati, jantung, otot skelet dan ginjal. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi AST : Antihipertensi, agen kolinergik, antikoagulan tipe koumarin, digitalis, eritromisin, isoniazid, metildopa, kontrasepsi oral, opiat, salisilat, obat hepatotoksik,statin, dan verapamil

Benefit Investigation

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati, terutama penyakit yang mengakibatkan kerusakan sel hati Serum AST seringkali dibandingkan dengan konsentrasi ALT. Rasion AST/ALT biasanya lebih dari 1 pada pasien dengan sirosis karena alkohol, liver congestion atau tumor metastase hati. Rasio <1 dapat ditemukan pada pasien hepatitis akut, hepatitis virus, atau infeksi mononukleosis. Rasio kurang akurat jika konsentrasi AST melebihi 10 kali dari nilai normal. Peningkatan sementara dapat terjadi pada pankreatitis akut, penyakit ginjal akut, muskuloskeletal, atau trauma.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
* 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC
Reference Values :
Reference Points :
Record :

ALT (SGPT)

Description:

SGPT (Serum pyruvic transaminase) = ALT (Alanine aminotransferase) Alanine aminotransferase (ALT) dihasilkan terutama oleh sel hati. ALT adalah enzim spesifik hati. Peningkatan ALT jarang ditemukan pada kondisi lain selain penyakit hati. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi ALT : Asetaminofen, allopurinol, asam aminosalisilat, ampisilin, azathioprine, carbamazepine, cephalosporin, chlordiazepoxide, chlorpropamide, clofibrate, cloxacillin, kodein, dicumarol, indometasin, isoniasid, methotrexate, metildopa, nafcilin, asam nalidiksat, nitrofurantoin, kontrasepsi oral, oxacillin, phenothiazine, fenilbutazone, fenitoin, prokainamid, propoxyphene, propranolol, kuinidin, salisilat, tetrasiklin dan verapamil

Benefit Investigation

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati yang berkaitan dengan nekrosis hati Peningkatan konsentrasi ALT dapat ditemukan pada : - Hepatitis - Sirosis - Kolestasis - Tumor hati - Keracunan obat - Obstructive jaundice - Cedera otot - Miositis - Pankreatitis - Infark miokardium - Infeksi mononukleosis - Shock

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
* 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Complete Blood Count (CBC)

Description:

Pemeriksaan hematologi rutin terdiri dari: Hemoglobin, eritrosit, Leukosit, trombosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Benefit Investigation

Hematologi rutin merupakan penilaian dasar komponen eritrosit, leukosit, trombosit. Pemeriksaan ini dilakukan untuk evaluasi anemia, leukemia, infeksi, polisitemia, kemungkinan kelainan perdarahan

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Homocysteine

Description:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Benefit Investigation

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Patient Preparation : Pasien puasa 10-12 jam
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Homocysteine

Description:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Benefit Investigation

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Patient Preparation : Pasien puasa 10-12 jam
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Liquid Based Cervical Cytology

Description:

Pemeriksaan sitologi berbasis cairan adalah pemeriksaan untuk skrining kanker serviks atau leher rahim, tujuannya untuk melihat bentuk sel sel leher rahim, sampel yang diambil sama dengan Pap smear yaitu diambil dari sel sel leher rahim

Benefit Investigation

Untuk memperbaiki hasil pemeriksaan sitologi konvensional-Pap smear maka dikembangkan metode pemeriksaan sitologi serviks berbasis cairan. Pemeriksaan sitologi berbasis cairan dengan menggunakan slide processor menghasilkan preparat yang tipis merata sehingga meminimalkan penumpukan sel. Selain itu, adanya proses filtrasi memungkinkan untuk meminimalkan adanya interferensi terutama oleh darah dan mucus. Dalam hal ini kualitas slide hasil sitologi serviks berbasis cairan meningkat sehingga menurunkan angka unsatisfactory specimen. Sensitivitas pemeriksaan sitologi serviks berbasis cairan dalam mendeteksi Low-grade Squamous Intraepithelial Lesion (LSIL) dan High-grade Squamous Intraepithelial Lesion (HSIL) lebih tinggi 41.8% daripada Pap smear.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Triglyceride

Description:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Benefit Investigation

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Patient Preparation : Puasa 12 - 14 jam
Working Days :
Method : GPO-PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

TSHs

Description:

Pemeriksaan TSHs merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah. Thyroid-stimulating hormone (TSH) adalah hormon yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Fungsi TSH dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mempertahankan konsentrasi yang stabil dari hormon tiroid dalam darah.

Benefit Investigation

Sebagai uji saring dan membantu diagnosis gangguan tiroid; memantau pengobatan hipotiroidisme dan hipertiroidisme.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C; 1 bulan pada suhu <(-10) C;

48 jam pada suhu 2-8 C (khusus vidas)
* 5 hari pada suhu 2-8C; 1 bulan pada suhu <(-10) C;
48 jam pada suhu 2-8 C (khusus vidas)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent, ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay), Immunochemiluminescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Routine Urinalysis

Description:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Benefit Investigation

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak dalam keadaan menstruasi
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

eGFR Cys-C (CKD-EPI)

Description:

Estimasi laju filtrasi glomerolus (eLFG) adalah perkiraan fungsi ginjal dalam menyering darah yaitu berupa laju kecepatan penyaringan tiap ml darah dalam waktu 1 menit per luas permukaan tubuh 1.73 m2. eLFG (Cystatin C) diketahui dari kadar Cystatin C darah dihitung menggunakan persamaan CKD-EPI.

Benefit Investigation

Laju Filtrasi Glomurolus sangat penting untuk menentukan fungsi ginjal dalam menyaring darah, Ginjal dikatakan mempunyai fungsi normal jika laju filtrasi glomerolusnya lebih dari atau sama dengan 90 ml/menit/ 1,73m2. Cystatin C sangat bermanfaat untuk menetukan penuruna fungsi ginjal meskipun masih dalah tahap yang sangat ringan.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Perhitungan
Reference Values :
Reference Points :
Record :