PANEL TEST

Men's Premium Wellness Panel

Blood Pressure

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Manual
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Waist Circumference

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Manual
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Body Mass Index

Description:

Indeks massa tubuh adalah perbandingan antara berat badan dalam kilo gram dibagi dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

Benefit Investigation

Indek massa tubuh adalah indeks untuk menetukan berat badan sesorang dalam kategori normal, berat badan berlebih, atau obesitas. Kondisi obesitas merupakan faktor risiko berbagai penyakit.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HBs

Description:

Antibodi terhadap HBsAg merupakan neutralizing antibody, yang berkaitan dengan imunitas jangka panjang.

Benefit Investigation

Hasil “positif” atau “reaktif” menunjukkan adanya imunitas / kekebalan terhadap infeksi HBV, baik dari vaksinasi maupun dari proses penyembuhan infeksi masa lampau. Seseorang yang terinfeksi pada masa lampau, tidak dapat menularkan penyakitnya pada orang lain

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C; >5 hari pada suhu (-20)C, maksimal penyimpanan 1 bulan (2).

Vidas :
8 jam pada suhu 18-25C

* 5 hari pada suhu 2-8C; >5 hari pada suhu (-20)C, maksimal penyimpanan 1 bulan (2).

Vidas :
8 jam pada suhu 18-25C

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HCV

Description:

Anti-HCV dapat terdeteksi pada 60% pasien selama fase akut infeksi. Anti-HCV dapat terdeteksi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian pada 35% pasien. Pada populasi pasien kurang dari 5%, anti-HCV tidak berkembang (persentase lebih tinggi terjadi pada pasien dengan infeksi HIV).

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk deteksi anti-HCV dapat digunakan baik untuk skrining maupun untuk diagnosis infeksi HCV. Pemeriksaan anti-HCV tidak menunjukkan infeksi akut, kronik atau sudah sembuh

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Anti-HCV

Description:

Anti-HCV dapat terdeteksi pada 60% pasien selama fase akut infeksi. Anti-HCV dapat terdeteksi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian pada 35% pasien. Pada populasi pasien kurang dari 5%, anti-HCV tidak berkembang (persentase lebih tinggi terjadi pada pasien dengan infeksi HIV).

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk deteksi anti-HCV dapat digunakan baik untuk skrining maupun untuk diagnosis infeksi HCV. Pemeriksaan anti-HCV tidak menunjukkan infeksi akut, kronik atau sudah sembuh

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Apolipoprotein B

Description:

Apo B-100 merupakan konstituen dari VLDL, IDL, LDL, dan Lp(a). Apo B-100 disintesa dalam hati dan disekresikan ke dalam plasma sebagai bagian dari partikel VLDL. Apo B-100 berpartisipasi dalam penghantaran kolesterol ke dalam jaringan dan berinteraksi langsung dengan reseptor LDL.

Benefit Investigation

Menentukan risiko kejadian PJK; menilai keberhasilan terapi obat penurun lemak (untuk golongan obat statin); dan mendiagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-10C : 2 minggu
* 2-10C : 2 minggu
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Uric Acid

Description:

Asam urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses. Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal. Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.

Benefit Investigation

Pemeriksaan asam urat dalam darah digunakan untuk : Mendeteksi tingginya asam urat dalam darah untuk menunjang diagnosis gout. Memantau pengobatan pasien asam urat. Memantau pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi karena pada pasien tersebut terjadi turnover sel yang cepat yang dapat menyebabkan peningkatan asam urat.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
* 3 hari pada suhu 20 - 25 C,
7 hari pada suhu 2 - 8 C,
6 bulan pada suhu (-15)-(-25)C.
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HDL Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

LDL Cholesterol Direct

Description:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Homogeneous
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Total Cholesterol

Description:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Benefit Investigation

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CHOD PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Cystatin C

Description:

Cystatin C merupakan protein kecil dengan BM 13 kDa yang diproduksi tubuh. Cystatin C berfungsi sebagai Cystein protease inhibitor. Sejak Tahun 1985 Cystatin C diketahui dapat digunakan sehingga pemeriksaan ini juga telah mendapat approval dari FDA sebagai alternatif penanda (LFG).

Benefit Investigation

Deteksi dini kerusakan ginjal; pemantauan terhadap progresi penyakit ke arah gagal ginjal terminal, kecukupan ginjal pengganti, dan terapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2-8C 1 minggu, -20C 3 bulan sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
* 2-8C 1 minggu, -20C 3 bulan sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri, Nephelometri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Gamma GT

Description:

Enzim intraselular yang dihasilkan di hepatosit dan sel epitelial saluran empedu. GGT merupakan penanda paling sensitif untuk penyakit hepatobilier tetapi pemeriksaan tunggal tidak mengindikasikan penyebab spesifik penyakit hati. Obat yang dapat meningkatkan GGT : Alkohol, fenitoin, fenobarbital Obat yang dapat menurunkan GGT : Clofibrate dan kontrasepsi oral

Benefit Investigation

Deteksi disfungsi sel hati dan kolestasis. GGT merupakan pemeriksaan sensitif untuk deteksi obstruksi bilier, cholangitis, atau cholecystitis. GGT tidak meningkat pada penyakit tulang, sehingga jika GGT normal dan ALP meningkat menyiratkan kemungkinan penyakit tulang.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 7 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
1 tahun pada suhu (-20)C, 7 hari pada suhu (-20)-25C (khusus Proline, Dialine, R910)
* 7 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
1 tahun pada suhu (-20)C, 7 hari pada suhu (-20)-25C (khusus Proline, Dialine, R910)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC, Szasz
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Total Protein, Albumin, Globulin

Description:

Pemeriksaan dengan sampel darah untuk memeriksa jumlah protein albumin dan globulin. Albumin dibuat oleh hati dan membentuk sekitar 60% dari total protein. Albumin mencegah cairan bocor keluar dari pembuluh darah, memelihara jaringan, dan mengangkut hormon, vitamin, obat-obatan, dan zat-zat seperti kalsium ke seluruh tubuh. Globulin membentuk 40% protein yang tersisa dalam darah. Globulin adalah kelompok protein yang bervariasi, beberapa diproduksi oleh hati dan beberapa oleh sistem kekebalan tubuh. Mereka membantu melawan infeksi dan mengangkut nutrisi.

Benefit Investigation

Untuk mengetahui dan indentifikasi penyakit yang menyebabkan gangguan pada produksi protein Gangguan pada produksi protein dapat disebabkan karena: kekurangan gizi atau penyakit hati yang parah Meningkatkan pemecahan atau kehilangan protein, seperti penyakit ginjal (sindrom nefrotik) Menambah atau memperluas volume plasma, bagian cairan darah (mengencerkan darah), seperti gagal jantung kongestif

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

AST (SGOT)

Description:

SGOT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase) = AST (Aspartate aminotransferase) Aspartate aminotransferase (AST) ditemukan dalam konsentrasi tinggi di dalam hati, jantung, otot skelet dan ginjal. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi AST : Antihipertensi, agen kolinergik, antikoagulan tipe koumarin, digitalis, eritromisin, isoniazid, metildopa, kontrasepsi oral, opiat, salisilat, obat hepatotoksik,statin, dan verapamil

Benefit Investigation

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati, terutama penyakit yang mengakibatkan kerusakan sel hati Serum AST seringkali dibandingkan dengan konsentrasi ALT. Rasion AST/ALT biasanya lebih dari 1 pada pasien dengan sirosis karena alkohol, liver congestion atau tumor metastase hati. Rasio <1 dapat ditemukan pada pasien hepatitis akut, hepatitis virus, atau infeksi mononukleosis. Rasio kurang akurat jika konsentrasi AST melebihi 10 kali dari nilai normal. Peningkatan sementara dapat terjadi pada pankreatitis akut, penyakit ginjal akut, muskuloskeletal, atau trauma.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
* 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC
Reference Values :
Reference Points :
Record :

ALT (SGPT)

Description:

SGPT (Serum pyruvic transaminase) = ALT (Alanine aminotransferase) Alanine aminotransferase (ALT) dihasilkan terutama oleh sel hati. ALT adalah enzim spesifik hati. Peningkatan ALT jarang ditemukan pada kondisi lain selain penyakit hati. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi ALT : Asetaminofen, allopurinol, asam aminosalisilat, ampisilin, azathioprine, carbamazepine, cephalosporin, chlordiazepoxide, chlorpropamide, clofibrate, cloxacillin, kodein, dicumarol, indometasin, isoniasid, methotrexate, metildopa, nafcilin, asam nalidiksat, nitrofurantoin, kontrasepsi oral, oxacillin, phenothiazine, fenilbutazone, fenitoin, prokainamid, propoxyphene, propranolol, kuinidin, salisilat, tetrasiklin dan verapamil

Benefit Investigation

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati yang berkaitan dengan nekrosis hati Peningkatan konsentrasi ALT dapat ditemukan pada : - Hepatitis - Sirosis - Kolestasis - Tumor hati - Keracunan obat - Obstructive jaundice - Cedera otot - Miositis - Pankreatitis - Infark miokardium - Infeksi mononukleosis - Shock

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
* 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method : IFCC
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HbA1C

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HbA1C

Description:

Benefit Investigation

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

HBsAg

Description:

HBsAg adalah produk yang dihasilkan dari gen S virus hepatitis B yang bersirkulasi dengan konsentrasi tinggi dalam serum (sampai 10^13 partikel per mL). Selain itu, HBsAg juga diproduksi dalam jumlah yang banyak dalam bentuk sferis dan tubular berukuran 22 nm dan tidak mengandung DNA virus. HBsAg yang bersirkulasi dapat dideteksi dalam serum 1-10 minggu setelah infeksi dan 2-8 minggu sebelum onset gejala klinis hepatitis. Pada beberapa kasus infeksi akut hepatitis B, HBsAg kemungkinan tidak terdeteksi karena konsentrasi HBsAg yang tidak mencapai batas deteksi pemeriksaan atau sudah menurun di bawah batas deteksi.

Benefit Investigation

HBsAg merupakan penanda serologi yang pertama kali diperiksa untuk diagnosis infeksi hepatitis B. HBsAg dapat menghilang seiring proses penyembuhan dan juga dapat menetap pada infeksi kronis hepatitis. Jika hasilnya “positif” atau “reaktif” menandakan bahwa seseorang sedang terinfeksi hepatitis B dan memiliki kemampuan menularkan infeksi terhadap yang lain.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

* Suhu ruang : 24 jam
2-8C : 5 hari; <=(-20)C : >6 hari (maks penyimpanan 1 bulan)

Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay)
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Full Blood Count

Description:

Pemeriksaan hematologi lengkap terdiri dari: Hematologi rutin, LED dan hitung jenis leukosit (neutrofil, eosinofil, monosit, basofil, limfosit)

Benefit Investigation

Hematologi lengkap merupakan penilaian dasar komponen eritrosit, leukosit, trombosit. Manfaat pemeriksaan ini untuk evaluasi anemia, leukemia, infeksi bakteri, virus parasit dan kemungkinan alergi, polisitemia, kemungkinan kelainan perdarahan dan risiko inflamasi yang dilihat dari nilai LED

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

hs-CRP

Description:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Benefit Investigation

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : Imunoturbidimetri
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Na, K, Cl

Description:

Merupakan elektrolit panel yang digunakan untuk menilai keseimbangan asam-basa elektrolit pada berbagai gangguan.

Benefit Investigation

Sangat penting dalam mendeteksi dan menetapkan kelainan metabolik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Na, K, Cl

Description:

Merupakan elektrolit panel yang digunakan untuk menilai keseimbangan asam-basa elektrolit pada berbagai gangguan.

Benefit Investigation

Sangat penting dalam mendeteksi dan menetapkan kelainan metabolik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

PSA

Description:

Prostate spesific antigen (PSA) adalah suatu protein yang dihasilkan oleh prostat, dan berfungsi sebagai pengencer cairan semen agar sperma mudah bergerak. Pada kondisi normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Bila terjadi peradangan atau kerusakan di jaringan prostat, maka konsentrasi PSA dalam darah akan meningkat.

Benefit Investigation

1. Digunakan untuk skrining, diagnosis kanker prostat 2. Digunakan untuk pemantauan setelah prostatektomi total 3. Digunakan untuk pemantauan kemungkinan metastase 4. Digunakan untuk pemantauan terapi hormonal maupun terapi lain

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 24 jam pada suhu 2-8C (Architect);
5 hari pada suhu 2-8C (Cobas);
>24 jam pada suhu -20C atau lebih dingin, maksimal penyimpanan 1 bulan (3)
* 5 hari pada suhu 2-8C (Cobas);
>24 jam pada suhu -20C atau lebih dingin, maksimal penyimpanan 1 bulan (3)
Patient Preparation : Tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

PSA

Description:

Prostate spesific antigen (PSA) adalah suatu protein yang dihasilkan oleh prostat, dan berfungsi sebagai pengencer cairan semen agar sperma mudah bergerak. Pada kondisi normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Bila terjadi peradangan atau kerusakan di jaringan prostat, maka konsentrasi PSA dalam darah akan meningkat.

Benefit Investigation

1. Digunakan untuk skrining, diagnosis kanker prostat 2. Digunakan untuk pemantauan setelah prostatektomi total 3. Digunakan untuk pemantauan kemungkinan metastase 4. Digunakan untuk pemantauan terapi hormonal maupun terapi lain

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 24 jam pada suhu 2-8C (Architect);
5 hari pada suhu 2-8C (Cobas);
>24 jam pada suhu -20C atau lebih dingin, maksimal penyimpanan 1 bulan (3)
* 5 hari pada suhu 2-8C (Cobas);
>24 jam pada suhu -20C atau lebih dingin, maksimal penyimpanan 1 bulan (3)
Patient Preparation : Tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), ECLIA
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Triglyceride

Description:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Benefit Investigation

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Patient Preparation : Puasa 12 - 14 jam
Working Days :
Method : GPO-PAP
Reference Values :
Reference Points :
Record :

TSHs

Description:

Pemeriksaan TSHs merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah. Thyroid-stimulating hormone (TSH) adalah hormon yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Fungsi TSH dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mempertahankan konsentrasi yang stabil dari hormon tiroid dalam darah.

Benefit Investigation

Sebagai uji saring dan membantu diagnosis gangguan tiroid; memantau pengobatan hipotiroidisme dan hipertiroidisme.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 5 hari pada suhu 2-8C; 1 bulan pada suhu <(-10) C;

48 jam pada suhu 2-8 C (khusus vidas)
* 5 hari pada suhu 2-8C; 1 bulan pada suhu <(-10) C;
48 jam pada suhu 2-8 C (khusus vidas)
Patient Preparation : Tidak ada persiapan
Working Days :
Method : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent, ECLIA, ELFA (Enzyme Linked Fluorrescent Assay), Immunochemiluminescent
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Routine Urinalysis

Description:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Benefit Investigation

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation : Tidak dalam keadaan menstruasi
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Bilirubin (Total/Direct/Indirect)

Description:

Bilirubin adalah zat kuning oranye yang dibuat selama penguraian sel darah merah. Bilirubin melewati hati dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Kadar bilirubin yang lebih tinggi dari normal dapat mengindikasikan berbagai jenis masalah hati. Kadang-kadang, kadar bilirubin yang lebih tinggi dapat mengindikasikan peningkatan laju kerusakan sel darah merah (hemolisis). Bilirubin yang tinggi terdiri dari bilirubin direk dan indirek. Bilirubin indirek artinya bilirubin yang harus berikatan dengan protein (albumin) agar dari darah bisa masuk ke dalam hari. Sedangkan bilirubin direk adalah bilirubin yang tidak perlu bantuan ikatan dengan protein. Bilirubin ini keluar dari hati menuju saluran pencernaan, yang menyebabkan feses berwarna kuning

Benefit Investigation

Mengukur konsentrasi bilirubin total/direk/indirek dalam darah

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

eGFR Cys-C (CKD-EPI)

Description:

Estimasi laju filtrasi glomerolus (eLFG) adalah perkiraan fungsi ginjal dalam menyering darah yaitu berupa laju kecepatan penyaringan tiap ml darah dalam waktu 1 menit per luas permukaan tubuh 1.73 m2. eLFG (Cystatin C) diketahui dari kadar Cystatin C darah dihitung menggunakan persamaan CKD-EPI.

Benefit Investigation

Laju Filtrasi Glomurolus sangat penting untuk menentukan fungsi ginjal dalam menyaring darah, Ginjal dikatakan mempunyai fungsi normal jika laju filtrasi glomerolusnya lebih dari atau sama dengan 90 ml/menit/ 1,73m2. Cystatin C sangat bermanfaat untuk menetukan penuruna fungsi ginjal meskipun masih dalah tahap yang sangat ringan.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Perhitungan
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Occult Blood

Description:

Perdarahan di dalam saluran pencernaan dapat disebabkan baik oleh iritasi ringan maupun kanker yang serius. Bila perdarahannya banyak, bisa terjadi muntah darah, dalam tinja terdapat darah segar atau mengeluarkan tinja berwarna kehitaman (melena). Jumlah darah yang terlalu sedikit sehingga tidak tampak atau tidak merubah penampilan tinja, bisa diketahui secara kimia; dan hal ini bisa merupakan petunjuk awal dari adanya ulkus, kanker dan kelainan lainnya

Benefit Investigation

Pemeriksaan untuk mendeteksi darah samar. Menunjukkan alergi, kelainan asmatik dan gangguan parasitik

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stability Samples : * - Sampel segar : segera dikerjakan.

- Sampel dalam collection device dapat disimpan :
Selama 5 hari pada suhu ruang (< 30°C), Selama 7 hari pada suhu 4 - 8°C.
Patient Preparation : Pengumpulan spesimen dihindarkan selama menstruasi atau dalam waktu 3 hari periode menstrual, atau jika pasien mengalami perdarahan hemorrhoids atau hematuria. Pembatasan makanan tidak diperlukan. Hindari pemakaian alkohol, aspirin, dan obat lain yang dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan yang mengakibatkan pendarahan sekurang - kurangnya 48 jam sebelum pemeriksaan
Working Days :
Method : Immunokromatografi
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Albumin - Creatinin Ratio Urine

Description:

Albumin adalah protein plasma yang terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi, dan ketika ginjal berfungsi dengan baik, hampir tidak ada albumin yang ada di dalam urin. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif mengukur kadar albumin dalam sampel urin sewaktu ataupun urin yang dikumpulkan dalam waktu tertentu sebagai penanda kerusakan ginjal. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif sewaktu menggunakan sampel urin sewaktu (random sample urin).

Benefit Investigation

skrining untuk mendetekasi dini penyakit ginjal pada orang dengan diabetes, atau faktor risiko penyakit ginjal yang lain seperti hipertensi.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Rontgen Thorax

Description:

Salah satu pemeriksaan pencitraan menggunakan sinar-X yang sering digunakan untuk menunjang diagnosis yang melibatkan dinding thorax/dada, tulang dada, dan struktur yang berada di dalam rongga dada termasuk paru-paru, jantung, dan lainnya.

Benefit Investigation

Membantu diagnosis kelainan jantung bawaan, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya, infeksi (umumnya tuberkulosis atau TB paru), pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik (emfisema, bronkhitis), embolisme pada paru (adanya sumbatan pada pembuluh darah di paru-paru), tumor atau kanker paru; skrining penyakit paru terkait dengan pekerjaan di industri-industri seperti pertambangan di mana para pekerja terpapar oleh debu atau zat kimia yang dapat berpengaruh pada kondisi dada.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Rontgen Thorax

Description:

Salah satu pemeriksaan pencitraan menggunakan sinar-X yang sering digunakan untuk menunjang diagnosis yang melibatkan dinding thorax/dada, tulang dada, dan struktur yang berada di dalam rongga dada termasuk paru-paru, jantung, dan lainnya.

Benefit Investigation

Membantu diagnosis kelainan jantung bawaan, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya, infeksi (umumnya tuberkulosis atau TB paru), pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik (emfisema, bronkhitis), embolisme pada paru (adanya sumbatan pada pembuluh darah di paru-paru), tumor atau kanker paru; skrining penyakit paru terkait dengan pekerjaan di industri-industri seperti pertambangan di mana para pekerja terpapar oleh debu atau zat kimia yang dapat berpengaruh pada kondisi dada.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :

USG Whole Abdomen

Description:

Teknik diagnostik pencitraan yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi >20.000 Hz

Benefit Investigation

Untuk mendeteksi perubahan pada organ, jaringan, dan pembuluh darah atau mendeteksi massa abnormal, seperti tumor dari organ dan struktur lain di daerah abdomen (perut)

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

USG Whole Abdomen

Description:

Teknik diagnostik pencitraan yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi >20.000 Hz

Benefit Investigation

Untuk mendeteksi perubahan pada organ, jaringan, dan pembuluh darah atau mendeteksi massa abnormal, seperti tumor dari organ dan struktur lain di daerah abdomen (perut)

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

ECG

Description:

Rekaman listrik jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik, menggunakan alat berupa metal elektroda yang ditempatkan pada permukaan tubuh. Elektrode metal ini ditempatkan di tangan, kaki, dan dinding dada

Benefit Investigation

1. Menunjang diagnosis penyakit jantung seperti iskemik dan infark miokard 2. Evaluasi kondisi nyeri dada, sesak napas, dan gejala lain yang berkaitan dengan penyakit jantung atau penyakit lainnya

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples :
Patient Preparation :
Working Days :
Method :
Reference Values :
Reference Points :
Record :

Fasting glucose

Description:

Pemeriksaan glukosa dapat dilakukan baik untuk skrining, diagnosis DM ataupun pemantauan perjalanan penyakit. Pemeriksaan glukosa puasa hanya mencerminkan kadar glukosa pada saat periksa, namun pemeriksaan glukosa puasa dinyatakan lebih baik dibanding pemeriksaan glukosa sewaktu. Pengambilan darah untuk pemeriksaan ini dilakukan setelah berpuasa minimal 8 jam.

Benefit Investigation

Berdasarkan konsensus DM 2015, hasil <100 mg/dl (<5.6 mmol/L) disebut normal, 100-125 mg/dl (5.6-6.9 mmol/L) disebut prediabetes, dan untuk menegakkan diabetes apabila ?126 mg/dL (7 mmol/L). Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi dan koma. Beberapa penyebab konsentrasi glukosa yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stres, Cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati, yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, beta bloker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stability Samples : * 15-25C : 8 jam
2-8C : 3 hari
* 15-25C : 8 jam
2-8C : 3 hari

NaF :
24 jam pada suhu 15-25oC
Patient Preparation : Puasa 8 - 14 jam
Working Days :
Method : GOD PAP, Heksokinase
Reference Values :
Reference Points :
Record :